Pelajar SD Tewas Tertimpa Pohon Embacang

Sekitar beberapa menit hujan, tiba-tiba sebuah pohon Embacang yang berada didekat daur runahnya yang berukuran cukup besar tiba-tiba roboh dan mengha

Pelajar SD Tewas Tertimpa Pohon Embacang
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Pelajar SD Tewas Tertimpa Pohon Embacang 

Laporan Wartawan Sripoku..com, Ardani Zuhri 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM,---Malang sekali nasib siswi pelajar kelas 3 SD, Mefi Keysah (8) warga di Jalan Gereja, Tengah Talang Jawa, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim ini, karena ia tewas setelah tertimpa reruntuhan pohon Embacang ketika sedang tertidur, Rabu (27/3) sekitar pukul 18.00.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan kejadian tersebut berawal sekitar pukul 17.00, daerah tersebut dilanda hujan deras dan angin kencang. Sekitar beberapa menit hujan, tiba-tiba sebuah pohon Embacang yang berada didekat daur rumahnya yang berukuran cukup besar tiba-tiba roboh dan menghantam rumah Asep Purnadi.

Daftar 380 Masjid di kota Palembang yang tersebar di 18 Kecamatan Lengkap dengan Alamatnya

Per April 2019, Maskapai Penerbangan Diultimatum Turunkan Harga Tiket Pesawat

Akibat runtuhan tersebut sebagian rumah Asef hancur tertimpa pohon, dan naasnya dinding beton rumahnya menimpa korban yang sedang tertidur di dalam kamarnya sehingga korban meninggal dunia.

Salawati yang merupakan Ibu korban spontan mencari putrinya di dalam kamar, dan ternyata sudah tertimpa dinding beton. Iapun berteriak histeris meminta pertolongan, dan wargapun berdatangan meski kondisi gelap dan hujan. Kemudian warga menghubungi tim rescue dari PTBA dan langsung membantu mengevakuasi korban dan pohon yang masih menimpah rumah korban.

Menurut ibu korban Salawati (45) mengaku syok setelah kejadian tersebut, dan ia masih tak percaya, jika anaknya sudah tiada, padahal tadi kami masih kumpul-kumpul.

Para Korban Arisan Online Laporkan Bandar ke Polresta, Kerugian Capai Hingga Rp 1 M

Sebelum kejadian, anaknya (korban. Red) tidur di ruang tamu di depan, karena hujan badai, ia menyuruhnya pindah kekamar. Karena cuaca dingin, saya bilang mamak (ibu) mau menampun air hujan dulu. Setelah itu, anaknya bangun dan pindah ke kamar dan tertidur.

"Aku masih idak percaya dio (korba) sudah meninggal," ujarnya dengan wajah kuyu.

Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Lawang Kidul, Azizir Alim membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya masih di lokasi kejadian, untuk membantu mengevakuasi korban dan pohon yang masih menimpah rumah korban. Dan atas kejadian tersebut, menyebabkan satu orang korban jiwa tertimpa tembok rumah karena ditimpah pohon Embacang.(ari)

Tampak korban Mefi Keysah tengah disemayamkan dirumahnya.
Tampak korban Mefi Keysah tengah disemayamkan dirumahnya. (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved