Berita OKI

Hutan Mangrove di Wilayah Pantai Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir Terancam Punah

Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan yang berfungsi melindungi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan mangrove dari abrasi

Hutan Mangrove di Wilayah Pantai Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir Terancam Punah
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Perwakilan dari Perusahaan PT Sinar Mas Iwan Setiawan menunjukan wilayah titik hutan mangrove yang harus direhab ketika UPTD KPH IV Sungai Lumpur Riding, Junaidi menjelaskan wilayah mangrove, Kamis (28/3/2019). 

Hutan Mangrove di Wilayah Pantai Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir Terancam Punah

Laporan wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Menyikapi hutan mangrove terancam puncah di wilayah Pantai Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), UPTD KPH Wilayah IV Sungai Lumpur Riding dengan Yayasan Bakau melakukan kerjasama penandatangan MoU pengelolahan hutan berbasis masyarakat, Kamis (28/3/2019).

Ketua Yayasan Bakau Paisal SSi menjelaskan, hutan mangrove atau dikenal masyarakat pada umumnya hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut.

Menurut Paisal hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan yang berfungsi melindungi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan mangrove dari abrasi, angin kencang, dan gelombang tinggi serta tempat hidup dan berkembangbiaknya fauna dan flora.

Video Hutan Mangrove Semakin Musnah di Wilayah Pantai Timur OKI, Yayasan Bakau Peduli Hutan Mangrove

Disinggung Soal Mantannya Agnez Mo Beri Ucapan Menohok tentang Melupakan Sampah, Kata untuk Wijin?

Disebut Humas Selebriti, Nikita Mirzani Gantian Sindir Wijaya Saputra Hingga Terlontar Kata Geli

Disebutkan Paisal, Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki garis pantai terpanjang di wilayah Provinsi Sumatra Selatan dengan panjang 295,14 Km membentang dari Air Sugihan perbatasan Kabupaten Banyuasin sampai ke Rawa Jitu perbatasan Provinsi Lampung yang merupakan hutan mangrove dan sebagian besar adalah kawasan hutan lindung mangrove.

"Hutan mangrove sekarang sudah selayaknya kita perhatikan karena dengan perubahan waktu, hutan mangrove dengan sendirinya musnah," tutur Paisal.

Untuk itu, jelas Paisal, Yayasan Bakau yang fokus di bidang hutan bakau atau mangrove akan melakukan restorasi atau penanaman di kawasan hutan lindung mangrove di Desa Sungai Lumpur dan Simpang Tiga Abadi.

Hal ini berdasarkan surat Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel no 522.3/3908-II/Hut,- di tandatangani Kepala Dinas Kehutanan Ir Sigit Wibowo tertanggal 20 September 2017 dan pembiayaan kegiatan restorasi atau penanaman ini dibiayai oleh Yayasan Belantara.

"Yayasan Bakau telah melaksanakan kegiatan di Desa Sungai Lumpur dan Simpang Tiga Abadi yaitu Focus Group Discussion (FGD) tentang pengelolaan kawasan hutan lindung mangrove bersama perangkat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat dan Mereka sepakat untuk dilakukan restorasi hutan mangrove, pelatihan restorasi hutan mangrove," tutur Paisal yang menyebutkan ada pembibitan, penanaman, perawatan, dan penjaga.

Paisal juga menyebutkan, selain itu juga ada sosialisasi perlindungan kawasan hutan lindung mangrove serta sudah ada kelompok masyarakat peduli mangrove di 2 desa tersebut, yang dilakukan oleh Yayasan Bakau untuk di tingkat desa yang bekerja sama dengan berbagai pihak dan pembiayaan kegiatan dilakukan oleh Yayasan Belantara.

"Restorasi, penanaman ini sudah selayaknya semua pihak bahu-membahu bekerja sama dengan penuh kesadaran demi kelestarian hutan mangrove tetap terjaga dan perlu pemahaman bersama semua pihak agar kegiatan ini bisa berkelanjutan dan terintergrasi," ajak Paisal.

Perwakilan Perusahaan PT Sinar Mas Iwan Stiawan mendukung baik dengan adanya gerakan penandatangan MoU pengelolahan hutan mangrove berbasis masyarakat.

"Kita juga harus perhatikan di lingkungan masyarakat. Maka itu, kita harus bikin contoh yang cocok di wilayah masyarakat," tandas Iwan yang harus menguji coba di skala kecil yang akan diperbuat.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved