KPAID Palembang Larang Anak Dibawah 18 Tahun Main Game Online PUBG, Minta Diterapkan Sanksi .

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memasukkan game yang tengah booming itu ke dalam game online khusus masyarakat telah berusia 18 tahun

KPAID Palembang Larang Anak Dibawah 18 Tahun Main Game Online PUBG, Minta Diterapkan Sanksi .
https://www.instagram.com/pubg/
Wacana Fatwa Haram Game PUBG Tengah Dikaji 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Game online PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) saat ini memang sedang menuai pro dan kontra.

Tidak hanya MUI yang telah mengeluarkan fatwa haram untuk permainan tersebut, juga membuat Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memasukkan game yang tengah booming itu ke dalam game online khusus masyarakat telah berusia 18 tahun ke atas.

“Jauh hari sebelum Kominfo mengeluarkan peraturan tidak boleh dimankan anak dibawah umur 18 tahun, kita dari dulu juga melarang anak untuk memainkan game online karena banyak mengandung hal negatif,” ungkap Romi Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Derah (KPAID) Kota Palembang, Rabu (27/3/2019).

Menurut dia, jika pemerintah sudah aturan berdasarkan PM Kominfo No 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik, PUBG masuk kategori games 18+, artinya hanya boleh dimainkan oleh orang brusia 18 tahun ke atas.

Meski begitu, hal tersebut harus mendapat kontrol dan harus ditindak tegas jika masih ada anak-anak bawah umur yang masih memainkannya.

“Perlu ada sanksi tegas untuk memberi efek jera pada anak, misalnya akan dilakukan rehabilitasi sesuai UU KPAI. Namun begitu, perlu juga kontrol dari pemerintah, seperti Kominfo dan Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Hal demikian guna mencarikan solusi, jangan sampai jika pemerintah sudah membuat regulasi, kedepannya tidak ada solusi lebih lanjut.

Karena menurut Romi, kalau tidak dibuatkan sanksi maka masih banyak anak-anak yang memainkan game online ini.

“Perlu dibuatkan solusi, misalnya diberikan sanksi atau dicarikan game yang yang bisa mendidik anak-anak. Karena zaman sekarang, kemajuan teknologi tidak bisa dibendung,” jelas dia.

“Jadi, pemerintah mencarikan solusi harus juga bijaksana. Kita ketahui, dampak buruk game online selain berdampak pada kesehatan mata, juga bakal menjadi kecanduan,” jelas dia lagi.(cr2)

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved