Berita Ogan Ilir

Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Berbagi Ilmu Pertanian dengan Anggota Dewan Ogan Ilir

Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Jabar) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Berbagi Ilmu Pertanian dengan Anggota Dewan Ogan Ilir
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Suasana Kunker DPRD Kota Sumedang ke Kabupaten Ogan Ilir yang disambut oleh perwakilan Komisi II Bidang Pertanian. Dalam kunker tersebut, DPRD Kota Sumedang ingin belajar mengenai pengelolaan lahan Pertanian 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Jabar) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Kunjungan para Wakil Rakyat asal kota Sumedang itu, Senin (25/3/2019) dalam rangka melakukan sharing atau berbagi ilmu mengenai pemanfaatan lahan mencari lokasi Pertanian yang tentunya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat banyak.

Kedatangan mereka, langsung disambut oleh Anggota Komisi II DPRD Kabupaten OI Azmi A Hadi didampingi Amir Hamzah yang berlangsung di ruang rapat Ketua DPRD Kabupaten OI.

Inilah Tarif Resmi Ojek Online Grab dan Gojek dari Kemenhub di Tiga Zona Indonesia Mulai 1 Mei 2019

Mengaku Sering Dimarahi, Pria di Muratara Ini Tikam Kakak Kandungnya hingga Tewas

Donny Irvandi, Karyawan BNI Asal Indralaya OI yang Menjadi Korban Kecelakaan Maut di Merangin Jambi

Ketua rombongan DPRD Kabupaten Sumedang Dadang mengatakan tujuan kedatangannya dalam rangka "sharing" informasi tentang Pertanian. Dimana Kabupaten OI sama dengan Kota Sumedang sebagai Kabupaten penyangga kota Provinsi yang mengalami kesulitan dalam membuka lahan untuk area Pertanian.

"Ya, kedatangan kita ini untuk saling berbagi tentang permasalahan Pertanian yang mana Kota Sumedang untuk membuka lahan Pertanian sangatlah sulit. Dikarenakan dekat dengan kota Provinsi yang lebih banyak lahan mega proyek dibandingkan lahan pangan," katanya.

Ia menambahkan saat ini pihak anggota DPRD Sumedang ingin menetapkan lahan pertanian berkelanjutan dengan melakukan study banding ke DPRD OI dalam membuat perda.

"Nantinya jika perda ini sudah dibuat bisa melindungi para petani dalam membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan baik diwilayah sendiri mau pun diluar wilayah," ujar Dadang.

5 Aplikasi Penyadap WhatsApp yang Terbukti Berfungsi, Begini Cara Sadapnya!

Waspada! Lima Hari ke Depan Sumsel akan Terus Diterpa Hujan Tinggi Disertai Angin Kencang

BMKG Rekam Kecepatan Angin Capai 33 knots atau 60 Km/Jam, Palembang Berpotensi Angin Puting Beliung

Menurutnya yang menjadi pokok permasalah saat ini dikabupaten Sumedang sulitnya dalam membuka lahan pangan yang mana dulunya dikenal sentaral produksi padi terbagus.

"Dengan mempunyai luas lahan padi sekitar 1600 hektar sekarang sudah mulai berkurang dikarenakan dikuasai oleh mega proyek pembangunan," terangnya.

Sementara anggota Komisi II Azmi Ahadi mengatakan kedatangan anggota DPRD ingin melakukan study banding ke DPRD OI terkait lahan berkelanjutan.

"Untuk lahan pertanian di OI sudah diatur oleh Dinas Tata Ruang yang mana harus dilindungi agar bisa terjaga dan mereka melihat Kabupaten OI merupakan Kabupaten penyangga ibukota Provinsi bisa mempunyai lahan pertanian yang cukup bagus," katanya.

Daftar Tempat Praktik Dokter Kandungan di Palembang, Lengkap Alamat dan Nomor Telepon

Daftar Nama-nama Kapolsek di Kota Palembang, Nomor 2 Sering Tembak Pelaku Begal

Berikut Daftar Nama-nama Kapolresta dan Kapolres di Ruang Lingkup Wilayah Polda Sumsel

Dikatakan Azmi A Hadi untuk pokok permasalahn di Kabupaten OI dilahan pertanian sulitnya membuka lahan dikarenakan banyaknya rawa-rawa dan seringnya banjir yang menyebabkan bagi petani padi dalam satu tahun hanya satu kali panen.

"Kita berharap dengan dinas terkait supaya bisa membuat saluran irigasi dalam menanggulangi terendamnya lahan oleh tingginya debit air dengan membuat terobosan dalam penanggulangan ini agar saat setiap panen padi bisa dalam satu tahun dua kali," terangnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved