Kisah Haru Dibalik Pemandian Jenazah Muslim Selandia Baru Hingga Layanan Dzikir pada 29 Maret 2019

Kisah Haru Dibalik Pemandian Jenazah Muslim Selandia Baru Hingga Layanan Dzikir pada 29 Maret 2019

Kisah Haru Dibalik Pemandian Jenazah Muslim Selandia Baru Hingga Layanan Dzikir pada 29 Maret 2019
AFP/GLENDA KWEK
Mengenang Korban Muslim Selandia Baru 

SRIPOKU.COM - Tragedi penembakan brutal Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019)  menyisakan duka mendalam bagi masyarakat dunia.

Pasalanya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang teroris bernama Brenton Tarrant berlangsung secara sadis dan tidak manusiawi hingga disiarkan live di Facebook.

Pelayat membawa mayat di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019)
Pelayat membawa mayat di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019) (Photo: AP/Mark Baker)

Setelah beberapa hari berlalu sejak penembakan tersebut, banyak kisah yang terkuak mulai dari identitas pelaku pembunuhan, korban hingga kini seseorang yang menjadi relawan memandikan jenazah.

Brentont Tarrant membunuh 50 umat muslim yang saat itu tengah melakukan sholat Jumat.

Dilansir dari Grid.ID bersumber dari media Channel News Asia, telah terungkap sosok Mo yang menjadi sang pemandi jenazah korban penembakan.

Kisah Sosok Relawan yang Memangis Usai Mandikan 47 Jenazah Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru

Pasca Penembakan, Warga Non Muslim Selandia Baru Bikin Rantai Manusia Lindungi Jamaah Sholat Jumat

Geng Motor Paling Ditakuti di Selandia Baru Berjanji Jaga Mesjid Selama Muslim Sholat Jumat

Mo menjadi salah satu anggota tim relawan yang bersedia datang dari Brisbane, Australia ke Selandia Baru demi memandikan jenazah.

Mo menceritakan bahwa ada 10 relawan dan 3 dokter yang membantu keluarga korban.

Proses pembasuhan jenazah korban tersebut dibagi menjadi dua.

Sebanyak 47 jenazah laki-laki dimandikan dan diurus oleh tim pria sementara 3 jenazah perempuan dimandikan oleh tim wanita.

Tugas pertama dan utama adalah membersihkan luka tembakan yang dilakukan oleh petugas medis lokal.

Kemudian bagian tubuh yang dibersihkan saat wudhu yakni muka, kaki dan tangan dibasuh dengan kain basah.

Halaman
123
Penulis: Nadia Elrani
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved