Berita Palembang

Kampus Unsri Kecewa, Papan Elektronik Masjid Diretas Dukung Salah Satu Capres

Dalam running text tersebut, muncul kalimat ‘Sholat No.1, Presiden No. 2’. Di dalam jam tersebut juga tertulis tempat papan elektronik

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: pairat
SRIPOKU.COM/RESHA
Ketua Pengurus Masjid Al-Ghazali Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya, Nur Hasan, Wakil Rektor III Unsri Dr. dr. Mohammad Zulkarnain M.Med.Sc., dan Koordinator Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Fahmi Ismar saat memberikan keterangan pers tentang papan elektronik masjid Unsri Indralaya, yang diretas oleh oknum tak bertanggung jawab. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Sebuah foto beredar secara berantai, menunjukkan sebuah papan display waktu shalat di dalam Masjid.

Namun yang jadi perhatian, adanya running text di papan masjid yang menjurus pada dukungan pada salah satu Calon Presiden (Capres).

Dalam running text tersebut, muncul kalimat ‘Sholat No.1, Presiden No. 2’. Di dalam jam tersebut juga tertulis tempat papan elektronik tersebut, yakni Masjid Al-Ghazali Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya, Kampus Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Meski tak sempat menimbulkan kegaduhan, namun Ketua Pengurus Masjid Al Ghazali Unsri Indralaya, Ustad Nurhasan mengaku cukup membuat jemaah yang tengah beribadah di sana gusar karena hal itu terpampang di dalam rumah ibadah.

Ditambah lagi, papan elektronik yang mencantumkan running text tersebut sebelumnya juga menampilkan kata-kata tentang imbauan-imbauan Islami dan hadist-hadist Islami.

“Saat kami melihat langsung, Jumat pekan kemarin, langsung kami turunkan. Bahkan, kami sampai mencabut jack (kepala penyambung daya listrik, red) agar papan elektronik tersebut mati total,” ujar kepada media Jumat (22/3/2019).

Papan elektronik yang menampilkan running text tersebut awalnya memang hidup beberapa menit sebelum waktu shalat tiba. Saat waktu shalat tiba, papan elektronik tersebut akan mati dengan sendirinya sampai 20 menit setelah waktu shalat hidup kembali.

Ia menjelaskan running text tersebut memang bisa diubah dengan menggunakan aplikasi di smartphone, menggunakan jaringan wi-fi. Pihaknya menduga, ada oknum tak bertanggung jawab yang melakukan hal tersebut.

Nurhasan menambahkan, pihaknya cukup kesulitan mencari siapa pelaku tersebut karena Masjid itu tidak hanya digunakan oleh mahasiswa saja. Ada juga yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Dosen, hingga masyarakat umum yang beribadah di sana.

“Sampai saat ini kami belum bisa melacaknya. Kami menduga ini adalah upaya percobaan untuk memainkan sistem sebelumnya. Sekali lagi, kami tidak mengetahui ada unsur apa,” terangnya.

Memang, dampak secara langsung untuk pengurus Masjid maupun kampus Unsri tidak begitu terasa. Namun, hal tersebut mencoreng netralitas kampus yang notabenenya netral saat adanya kegiatan politik seperti Pemilu.

“Tempat ibadah tidak boleh dilakukan hal tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Rektorat Unsri akhirnya angkat bicara, terkait adanya papan elektronik yang diduga diretas, sehingga menunjukkan dukungan kepada salah satu Calon Presiden (Capres) di dalam Masjid Al Ghazali. Mereka menganggap, oknum tersebut tidak pantas melakukan kegiatan peretasan di dalam tempat ibadah.

“Kita dari Unsri menyayangkan ada orang yang merusak citra Unsri, sebagai Kampus yang sangat netral. Bahwa tidak boleh ada yang kegiatan politik di kampus,” ujar Wakil Rektor III Unsri Dr. dr. Mohammad Zulkarnain M.Med.Sc. saat memberikan keterangan pers di Kantor Pusat Administrasi (KPA) Jumat (22/3/2019).

Bahkan pada saat gaung Pemilu mulai terasa, Zulkarnain telah melakukan komitmen kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa (Ormawa) agar menjaga nama baik kampus. Sebab, dikhawatirkan citra Unsri akan ternoda jika melakukan kegiatan politik secara vulgar.

“Kami dari Unsri tetap menjaga netralitas kami selama Pemilu ini,” tegasnya.

Ia mengatakan, saat ini mereka akan melakukan beberapa kegiatan agar hal tersebut tidak terulang kembali. Mulai dari menurunkan sementara papan elektronik di Masjid tersebut sampai waktu Pemilu usai, hingga himbauan kepada seluruh unsur yang ada di dalam kampus.

“Yang saya takutkan ini yang melakukan pihak luar. Saya sudah komitmen kepada Ormawa dan BEM di Kampus untuk menjaga nama baik Unsri yang menjadi kebanggaan mereka,” jelasnya. (mg5)

Update Kondisi Korban Kecelakaan di Demang Lebar Daun, Jessica Dirujuk ke RS Alami 8 Jahitan

Rumah Tangga Andhika dan Ussy Sulistiawaty Dikabarkan Retak, Wirang Birawa: Ada yang Harus Sabar

Ditinggal Reino, Luna Maya Kini Didekati 2 Pria Sekaligus, Melaney Ricardo Buka Fakta Ini!

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved