Berita Palembang
Wajah Eko Berlumur Darah dan Nyaris Ditusuk Sajam Bayonet, Dikeroyok di Kemang Manis Bukit Besar
Hendak ingin pergi yasinan ke rumah teman, Eko Agustian (30) dipukul dan hampir tertusuk pisau oleh kakak beradik di Jalan Kemang Manis.
Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Hendak pergi yasinan ke rumah teman, Eko Agustian (30) dikeroyok dipukuli dan hampir tertusuk sajam pisau bayonet oleh dua orang di Jalan Kemang Manis Bukit Besar Palembang.
Diceritakan Eko warga Kemang Manis Kelurahan Kemang Manis Kecamatan Ilir Barat 2, kejadian berawal pada Minggu (17/3/2019) malam.
Saat ia mau pergi ketempat temannya di kawasan Padang Selasa, namun setelah di pertigaan jalan Kemang ia berhadapan dengan mobil di sebelah kanan dan di sebelah kiri ada orang sedang yasinan yang diketahui Yasinan kakek pelaku.
Baru mau bertanya dengan pemilik mobil, lalu ada seorang pelaku datang menghampirinya dan memukul wajah sebelah kirinya.
"Aku pas nak lewat tuh nanyo mobil siapo ini, nak kemano?. datanglah pelaku ni, nanyo ke aku: kau tau dak siapo aku. Ku jawablah tau aku, langsung di goconyo raih aku,"ujarnya kepada Sripoku.com, Rabu (20/3/2019)
Diketahui dari Eko, pelaku adalah FE (18) yang diketahui juga warga Kemang Manis juga dan memang yang sering buat olah.
Dari pukulan pelaku, wajah Eko bercucuran darah di sebelah kiri. Mata kiri lebam dan kepala sebelah kiri Eko bercucuran darah.
Tidak hanya itu, pelaku juga memanggil kakaknya.
Berselang 3 menit mereka berdua mendatangi Eko yang masih di lokasi. DIketahui salah satu pelaku membawa Senjata Tajam (Sajam) pisau jenis Bayonet berukuran 25 cm.
Sebelum mereka berdua datang, Eko menelpon kakaknya (Apriansyah) dan mengatakan bahwa beliau mau di keroyok.
"Kak tolong aku, aku nak dikeroyok," tutur Eko kepada kakaknya.
Mereka berempat bertemulah di tempat yang sama dan kakaknya pelaku mengeluarkan Sajam dan langsung menusuk perut Apriansyah (kakak kandung Eko).
Namun, Sayangnya ditepis oleh Apriansyah. Melihat pertengkaran mereka berempat warga sekitar memisahkan Erza, Rizky, Eko dan Apriansyah.
Apriansyah pun mengajak adiknya ke rumah sakit untuk diobati dan meminta surat keterangan Visum. Lalu di malam itu juga ia dan Eko melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumsel.
Hingga saat ini belum ada niat baik dari kedua pelaku untuk mendatangi korban.
Sementara itu, Kepala SPKT Polda Sumsel, M Sabur mengatakan pengeroyokan dan pengancaman menggunakan sajam merupakan tindak pidana dan saat ini, pelaku sedang diselidiki.
• BERITA EKSKLUSIF : Gaji dan Honor Pemain Musim Lalu Belum Dibayar, Sriwijaya FC Terbelit Rp 2 Miliar
• DPJPP Kota Palembang Bergerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Naskah Sukarami Palembang
• Saat Daftar Online Anaknya Banyak Orangtua Gagap Teknologi