Breaking News:

Kecelakaan Speedboat di Upang Banyuasin

Karena Alasan Ini , Kasus Hukum Kecelakaan Speedboat Awet Muda Dihentikan

Kasus hukum Kecelakaan air yang menewaskan 7 orang penumpang dan 12 lainnya luka-luka, resmi dihentikan atau SP 3.

Editor: Budi Darmawan
Istimewa Basarnas
Evakuasi Basarnas beberapa waktu lalu terhadap korban kecelakaan Speedboat PK 200 dengan nama lambung Awet Muda. 

Laporan Wartawan Sripoku.com Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Kasus hukum Kecelakaan air yang menewaskan 7 orang penumpang dan 12 lainnya luka-luka, resmi dihentikan atau SP 3.

Hal tersebut lantaran Serang dan Kernet kapal meninggal di tempat kejadian perkara di perairan Jalur 10 Telang, Desa Upang Jaya Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin.

Direktorat Polisi Air Polda Sumsel usai kejadian langsung bergerak cepat menyelidiki kasus tersebut, dengan mencari data, dari para saksi-saksi dan korban.

"Jadi nanti akan dikeluarkan SP3 karena serang dan kernetnya meninggal dunia," jelasnya Kasubdit Gakkum Polair Polda Sumsel, AKBP Munaspin, Rabu (20/3).

Cerita Bayi 1 Tahun Selamat dari Kecelakaan Speedboot di Perairan Sumsel Karena Akar Pohon

Di duga Kernet dan Serang Mengantuk Saat Kemudikan Kapal, Jadi Penyebab Kecelakaan Speedboat.

Sebelumnya, dari penuturan para saksi, kecelakaan terjadi saat sang kernet mengemudikan kapal dan Serang tengah tertidur. Saat itu juga speedboat yang melaju menabrak pohon Pedado yang berada di pinggir sungai. Kapal yang terbuat dari kayu tersebut, hancur berkeping-keping.

"Jadi dugaan penyebab kecelakaan karena kelalaian kernet dan serang,” ujarnya.

Saat ini, speedboat yang hancur sudah dievakuasi Markas Polair Polda Sumsel, beberapa korban yang luka ringan pun sudah pulang kerumahnya.

4 Tahun Jadi Driver Ojol, Pria Ini Bisa Bangun Rumah Mewah dan Kos-kosan 2 Lantai. Ini Rahasianya

Gara-gara Pria Ini, Ariel Noah Digosipkan Dekat dengan Seorang Wanita, Ternyata Bukan Pevita Pearce!

Sementara, Kasubag Umum Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin, M Rohman Dona saat ditanya mengenai Serang dan Kernel kapal mengaku jika kedua korban usai kejadian langsung dibawa keluarga ke Pumulutan untuk di makamkan. Keduanya langsung di makamkan di kampung mereka.

"Jenazah Muhammad (50) dam Kodar (20) selaku serang dan kernet kapal sudah dibawa keluarga ke Pumulutan usai kecelakaan terjadi," jelasnya.

Sebelumnya, kecelakaan tunggal Air Kecelakaan kembali terjadi di perairan Banyuasin Sumsel, Senin (18/3). Dalam kecelakaan tersebut tujuh orang tewas termasuk kernet dan pengemudi kapal atau serang. (mg2)

Cerita Bayi 1 Tahun Selamat dari Kecelakaan Speedboot di Perairan Sumsel Karena Akar Pohon
Cerita Bayi 1 Tahun Selamat dari Kecelakaan Speedboot di Perairan Sumsel Karena Akar Pohon (Istimewa)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved