Jalan Rusak Dan Berlubang Di Jalan Karantina Talang Jambi Timbulkan Kemacetan

Jalan rusak dan berlubang terus dirasakan masyarakat Kota Palembang, seperti di Jalan Karantina Kelurahan Talang Jambi Kecamatan Sukarame, Palembang.

Jalan Rusak Dan Berlubang Di Jalan Karantina Talang  Jambi Timbulkan Kemacetan
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Jalan rusak dan berlubang yang timbulkan kemacetan di jalan Karantina kelurahan Talang Jambi kecamatan Sukarame, Palembang, Selasa (20/3/2019) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Jalan rusak dan berlubang terus dirasakan masyarakat Kota Palembang, seperti di Jalan Karantina Kelurahan Talang Jambi Kecamatan Sukarame, Palembang.

Bahkan luas lubangnya hampir keseluruhan jalan. Kawasan ini menjadi salah satu jalan alternatif akses menuju kawasan Bandara Sultan mahmud Badarudin II Palembang.

Pantauan Sripoku.com, Rabu (20/3/2019 ) di sepanjang jalan Karantina ini dipenuhi lubang dan digenangi air hujan, mulai awal masuk jalan sampai dengan simpang 4 jalan AMD. Setidaknya ada 23 titik lubang dengan diameter 1-2 meter.

Titik lubang yang paling parah berada di pertigaan Jalan Karantina, di awal masuk jalan, jika kita lewat jalan Gubernur H. Asnawi Mangku Alam.

Diameter di jalan tersebut sekitar 2,8 meter dimana dari pantauan kami pengguna jalan baik yang mau masuk jalan Karantina atau mau keluar jalan, harus terpaksa melewati bahu jalan yang sempit.

Ada juga pengguna kendaraan yang terpaksa mengurangi kecepatannya dan menikmati jalan yang berlubang dan tergenang air tersebut agar bisa mendapatkan jalan yang bagus.

Akibat jalan yang rusak dan berlubang ini sendiri, timbulkan kemacetan. Bahkan hampir setiap harinya.

Menurut keterangan warga sekitar jalan ini lebih dari satu tahun rusak dan berlubang. Namun, belum ada yang memperbaikan jalan.

"Sudah lamo jalan ini rusak dan berlubang, apolagi semalem abis ujan. Pasti tergenang air jalan berlubang itu,"ujar Fitri warga saat melintas di lokasi.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan sudah ada anggaran yang disiapkan untuk mengatasi permasalahan jalan rusak di Sumsel tahun ini yang jumlahnya mencapai Rp 3,3 triliun.

Jumlah itu terdiri dari Rp 1,3 triliun APBD Sumsel, Rp 1,5 triliun APBN melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional, dan Rp 500 miliar bantuan dari pemerintah pusat untuk seluruh kabupaten dan Kota di Sumsel.

"Perlu tahapan sebelum perbaikan dilakukan. Estimasinya paling lambat April perbaikan jalan di Sumsel dilakukan secara serentak," ujar Herman Deru.

Penulis: Haris Widodo
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved