Itsbat Nikah Permudah Warga Memperoleh Pelayanan Adiministrasi

Kelengkapan administrasi kependudukan (Adminduk) sangatlah penting bagi warga untuk mengurus berbagai keperluan seperti pembagian hak waris

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Budi Darmawan
DISKOMINFO
Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Memberikan kata sambutan pada pembukaan Itsbat Nikah gratis yang diselenggarakan oleh Disdukcapil Ogan Ilir. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Kelengkapan administrasi kependudukan (Adminduk) sangatlah penting bagi warga untuk mengurus berbagai keperluan seperti pembagian hak waris, mengurus Kartu Keluarga (KK), berurusan dengan Bank dan persyaratan umum lainnya haji dan umroh.

Ini disampaikan Bupati Ogan Ilir (OI) HM Ilyas Panji Alam, Rabu (20/3) saat membuka pelaksanaan kegiatan Itsbat Nikah gratis di gedung Serbaguna Pemda Lama Jalintim Km 35 Indralaya-Kayuagung.

Dikatakan orang nomor satu di Kabupaten OI ini, surat nikah atau buku nikah merupakan salah satu administasi kependudukan yang sangat penting. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten OI melalui Disdukcapil menyelenggarakan program Itsbat Nikah ini tujuannya memberikan kemudahan bagi pasangan yang belum tercatat secara hukum di permudah mendapatkan buku nikah secara gratis.

"Tidak sebatas itu saja, pasangan yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan souvenir dan uang transport." Tukas Bupati OI.

Bupati menambahkan, kedepannya program Itsbat Nikah Terpadu terus berlanjut sampai tuntas, dengan kata lain tidak ada lagi pasangan yang sudah menikah namun belum tercatat secara sah menurut hukum perundang-undangan.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ogan Ilir Akhmad lutfi mengatakan pelaksanaan kegiatan itsbat nikah merupakan salah satu program unggulan Bupati OI ini, disambut dengan antusias oleh masyarakat.

Setidaknya sampai saat ini lebih dari seribu pendaftar yang masuk di Disdukcapil. "Sejak dimulainya program itsbat nikah pada tahun lalu dan hingga saat ini yang sudah mendaftar seribu lebih. Namun karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

Jadi setiap tahunnya hanya 300 pasutri dan ditargetkan tahun 2021 tidak ada lagi keluarga yang tidak memiliki surat nikah," ujar Kadisdukcapil Akhmad Luthfi.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved