Siswa di Lahat Tewas Akibat Konsumsi Jajanan di Kantin Sekolah, BPOM Palembang Diberi Rapor Merah

contoh ada siswa di Kabupaten Lahat yang tewas akibat jajan makanan sembarangan yang dijual kantin sekolah, sehingga menjadi perhatian khusus

Siswa di Lahat Tewas Akibat Konsumsi Jajanan di Kantin Sekolah, BPOM Palembang Diberi Rapor Merah
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Gubernur Sumsel Herman Deru beserta rombongan Komisi DPR RI komisi IX melakukan kunjungan ke Balai POM Jakabaring Palembang, Selasa (19/3/2019) 

"Sehingga memberikan efek jera pada pelaku yang tidak bertanggung jawab tersebut, karena tidak ada kasus hukum yang tuntas terhadap pelaku kriminal penjual obat terlarang dan kosmetik illegal," tambahnya.

BREAKING NEWS : Pemkot Palembang tak Lagi Terima Guru Honorer, Ini Penjelasan Kadisdik Ahmad Zulinto

Dulu Hidup Susah Jadi Pengasap Ikan, Soimah Menyesal tak Pernah Lakukan Ini Pada Ibunya

Kombes Pol Drs Supriadi MM Resmi Jabat Kabid Humas Polda Sumsel, Bangga Bisa Bertugas di Sumsel

Sementara menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, bahwa sebelum RUU itu disahkan menjadi Undang-undang, dirinya memiliki inisiatif mebuat Pergub.

Dimana, dalam Pergub tersebut akan di buatkan Tim yang beranggotakan, Balai POM, Kepolisian, Pol PP dan Dinas Kesehatan.

“Nantyi sebelum ini diberikan UU Tim ini kewajibannya tidak hanya bisa mengawasi tapi juga bisa menindak terkait obat-obatan dan makanan terlarang yang beredar di tengah masyarakat,” jelas Herman Deru.

“Ini tidak lain demi menjaga dan melindungi kesehatan masyarakat kita. Jadi Tim ini bisa punya kekuatan untuk menindak apabila sudah diterapkan,” ujar dia menambahkan.

Wagub Sumsel Mawardi Yahya : Jangan Terpaku Jadi Pegawai, Sarjana Harus Berani Berinovasi

Gisel dan Wijin Akui Kedekatan Mereka, Ini Respon Gading Marten Ungkap Gempi Tagih Janji

Brenton Tarrant Dikabarkan Lakukan Aksi Brutal di Selandia Baru Terinspirasi dari Game Online, PUBG?

Sementara, Kepala Balai POM Palembang, Hardayani mengatakan, bahwa yang memutuskan atau menindak hal pelaku kosmetik ilegal dan penjual obat palsu adalah bukan pihaknya melainkan kejaksaan dan kepolisian.

"Kita selalu berkoordinasi dengan instansi terkait. Namun yang menilai keputusan pengadilannya adalah pihak kejaksaan dan polisi," kata dia.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved