Deretan Lokasi Swafoto di Palembang, Cocok Bagi Kaum Milineal Hingga Tempat Jalan Bersama Keluarga

Kalian sedang berjalan-jalan di kota palembang? Jika kalian mendatangi Kota Jembatan Ampera ini, kalian bisa mengelilingi lokasi-lokasi berikut

Deretan Lokasi Swafoto di Palembang, Cocok Bagi Kaum Milineal Hingga Tempat Jalan Bersama Keluarga
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Suasana TWA Punti Kayu Palembang yang dipadati pengunjung di momen libur natal, Selasa (25/12/2018) 

Baik bersama teman, keluarga atau pun pasangan.

Selain itu, dilokasi ini juga ada taman bunga yang di tata rapi sehingga membuatnya menjadi buruan milenial untuk berswafoto. Untuk masuk ke lokasi ini, wisatwan akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 3 ribu per orang.

Jembatan Cinta di kawasan JSC Palembang disiapkan dalam rangka valentine's day. Gambar diambil Kamis (14/2/2019).
Jembatan Cinta di kawasan JSC Palembang disiapkan dalam rangka valentine's day. Gambar diambil Kamis (14/2/2019). (SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA)

4. Danau Jakabaring Sport City

Lokasi ini berada di dalam kawasan Jakabaring Sport City (JSC), danau ini sejatinya merupakan arena venue dayung.

Namun saat akhir pekan di lokasi ini akan ramai dikunjungi masyarakat yang ingin piknik dan refreshing. Pada waktu tersebut, juga akan ada sejumlah wahana bermain anak.

Untuk menuju lokasi ini, wisatawan akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5-10 ribu. selain itu, jika enggan untuk membawa kendaraan pribadi, wisatwan dapat menuju ke lokasi ini dengan sarana Light Rail Transit (LRT).

Kini, ada tiga wahana permainan baru di Jakabaring Sport City Palembang. Diantaranya Water Roller, Water Ball dan Banana Boat. Ketiga wahana permainan ini dipusatkan di Danau Ski Air Jakabaring Sport City.

Loga selaku Divisi Marketing Jakabaring Sport City mengatakan jika dibuatnya wahana ini agar menambah tempat rekreasi untuk masyarakat Sumatera Selatan dan Palembang khususnya.

Loga menambahkan jika masalah keamanan saat bermain ketiga wahana air di Jakabaring Sport City dipastikan akan aman.

"Karena kita ada life guard yang selalu standby dilokasi saat wahana dimainkan para pengunjung dan tentunya dengan tutor yang sudah pengalaman di bidang wahana permainan air ini," ujarnya.

Pihak Manajemen Jakabaring Sport City ketika mencoba wahana perairan Water Roller di Danau Ski Air JSC Palembang, Sabtu (22/12/2018).
Pihak Manajemen Jakabaring Sport City ketika mencoba wahana perairan Water Roller di Danau Ski Air JSC Palembang, Sabtu (22/12/2018). (SRIPOKU.COM/RAHMAD ZILHAKIM)

5. Sudirman Walk

Pedestrian di sepanjang Jenderal Sudirman kini dipercantik dan menjadi destinasi swafoto kekinian bagi masyarakat Kota Palembang. Setiap Sabtu malam, sebagian ruas Jalan Jenderal Sudirman akan ditutup untuk beberapa saat.

Sejumlah hiburan pun dihadirkan oleh komunitas anak muda di Kota Palembang. Seperti cosplay, pencinta reptile, permainan tradisional, hingga panggung musik jalanan. Selain itu, Anda juga dapat menikmati sejumlah sajian kuliner khas Palembang.

Untuk datang ke lokasi ini, pengunjung tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Anda hanya akan dikenakan biaya parkir kendaraan.

Masyarakat Palembang kembali padati Sudirman Walk, Sabtu malam (1/7)
Masyarakat Palembang kembali padati Sudirman Walk, Sabtu malam (1/7) (SRIPOKU.COM/SITI OLISA)

6. Pasar Baba Boentjit

Kota Palembang banyak menyimpan spot menarik untuk dikunjungi.

Selain kaya akan makanan serta pakaian khas, Kota Pempek ini juga tidak sedikit memiliki objek pariwisata menarik, Bagi Anda yang ada di Kota Palembang, segera arah kan tujuan ke Pasar Baba Boentjit yang berlokasi di Rumah Baba Oeng Boen Tjit, Lorong Saudagar Yucing, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang

Rumah ini memiliki pesona tersendiri, yakni lokasinya yang persis di tepian Sungai Musi dan dikenalkan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumatera Selatan pada bulan Oktober tahun 2017 lalu.

Memiliki luas lebih dari 3000 meter persegi, para pengunjung yang hendak menuju lokasi pun bisa bisa melalui jalur laut dengan naik perahu kecil milik nelayan atau yang akrap ditelinga masyarakat palembang dengan sebutan 'Ketek', dari dermaga Benteng Kuto Besak (BKB).

Dalam perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan disuguhkan pemandangan indah, baik Jembatan Ampera, Kampung Warna Musi Bercorak dan Jembatan Musi IV yang berdiri megah.

Butuh waktu 3-5 menit saja untuk sampai di rumah pedagang terkenal tempo dulu yang diketahui sudah berusia 300 tahun dan masih berdiri kokoh dengan ornamen Tiongkok serta ukiran khas budaya lokal Palembang serta nilai sejarah tersendiri ini.

Salah satu pengunjung, Feny Maulia menuturkan, lokasi ini sangat cocok untuk melakukan foto hunting dan bermain layaknya berada di perkampungan dengan konsep yang sangat Instagramable.

Ada pula kuliner khas Palembang dijual disini, berupa Pempek, Pindang Daging dan Es Kacang Merah yang dijual masyarakat sekitar.

"Budaya chinesenya juga kental, masyarakat sekitar juga banyak pengusaha serta pengrajin 'Nipah'."

"Jadi sangat asik apabila untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama kerabat atau teman dekat," ungkapnya, Jumat (29/6/2018).

Pasar Baba Boentjit ini sendiri selalu menghadirkan pagelaran festival serta pentas musik malam setiap week end guna menghibur para pengunjung.

 
Bahkan, mantan finalis Putri Indonesia perwakilan Sumsel, Berliana, juga asyik melakukan swafoto sambil menikmati kuliner jajanan yang disajikan,s eperti Pempek dan model.
Hal ini terbukti dari unggahan di instagramnya @Berlianaps.

Untuk mengakses informasi lebih lengkap mengnai destinasi wisata ini, anda bisa melihat langsung di Instagram @pasarbababoentjit.

Preview Episode 14 Drama Korea Romance is a Bonus Book, Lee Jong Suk & Lee Na Kencan Manis di Rumah

Kamu Mahasiswa Akhir dan Sulit Bertemu Dosen Pembimbing Untuk Revisi? Ini Tips Menghadapinya

Cara Merawat Tas Kulit agar Awet, tidak Mudah Rusak dan Terkelupas

Kain Jumputan terpanjang di Dunia membentang sepanjang Jembatan Ampera Palembang.
Kain Jumputan terpanjang di Dunia membentang sepanjang Jembatan Ampera Palembang. (SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA)

7. Jembatan Ampera

Jembatan Ampera yang berdiri kokoh saat ini dijadikan tempat ajang berswafoto yang pas untuk kaum millenial dan umum.

Para pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang sungai Musi dan jam analog sambil bersantai menikmati pemandangan dengan duduk di kursi.

Bukan hanya untuk berfoto ria saja, kini masyarakat umum yang mengabadikan momen panorama Ampera bisa langsung diposting ke media sosial, pasalnya jembatan berwarna merah itu sudah dilengkapi fasilitas Wifi tanpa password.

Perlu diketahui, Renovasi jembatan Ampera dengan ditambah pedestrian menelan dana sekitar Rp 17 Miliar dengan dimulai dari perbaikan plat lantai jembatan Ampera yang mengalami retak sekitar 6.000 titik, pengecetan, jam analog, kursi sebanyak 60 buah, CCTV, pagar tiang pembatas dan lainnya.

8. Benteng Kuto Besak

Tak jauh dari Jembatan Ampera, ada sebuah benteng yang tak kalah terkenal, yakni Benteng Kuto Besak (BKB) peninggalan zaman penjajahan.

Benteng ini kini menjelma sebagai salah satu ikon kebanggaan masyarakat Palembang.

BKB merupakan saksi perjuangan melawan para penjajah.

Dari kawasan benteng ini, pengunjung dapat melihat banyak kapal kecil berlayar di Sungai Musi.

Belakangan, BKB menjadi salah satu pusat rekreasi bagi masyarakat Palembang dan pendatang.

Menjelang sore hingga tengah malam, kawasan BKB akan ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati malam penuh warna warni

Benteng Kuto Besak di Kota Palembang
Benteng Kuto Besak di Kota Palembang (Google)

9. Tugu Belido

Tak hanya itu saja, saat ini di pelataran Benteng Kuto Besak juga ada sebuah spot terbaru yang disebut dengan nama Tugu Belido.

Dikutip dari Sripoku.com, Tugu Belido Bukit Asam ini memiliki tinggi 9 meter, dengan panjang patung ikan mencapai 12 meter dan tinggi sekitar 6 meter.

Patung ikan yang terbuat dari tembaga dengan tebal 1,2 mm dan dilapisi perak ini memiliki berat mencapai 3 ton.

Pemilihan BKB sebagai tempat dibangunnya Tugu Belido ini karena tampat ini menjadi salah satu pusat keramaian yang diminati oleh masyarakat, wisatawan serta tempat diselenggarakannya berbagai kegiatan.

tugu belido
tugu belido (SRIPOKU.COM/ZAINI)

10. Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat)

Selain benteng Kuto Besak dan Tugu Belido, Anda juga bisa melihat 556 koleksi sejarah peninggalan Kerajaan Sriwijaya diMuseum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II).

Anda bisa melihat benda bersejarah berupa arkeologi, etnografi, biologi, keramik, senirupa dan numismatik.

Nama Sultan Mahmud Badaruddin II ditetapkan sebagai nama sebuah museum untuk mengenang jasanya bagi kota Palembang.

Museum SMB II menyimpan koleksi mulai dari perlengkapan senjata, uang lama, makanan khas, sampai adat istiadat pernikahan orang Palembang.

Diperlihatkan juga kamar pengantin adat Palembang hingga perlengkapan khitan anak.

Anda bisa melihat potret kota Palembang jaman dahulu.

Wisatawan yang berkunjung ke museum ini sekaligus bisa memperkaya pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia.

Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) bangunan bersejarah dan merupakan salah satu land mark atau ikon Kota Palembang.
Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) bangunan bersejarah dan merupakan salah satu land mark atau ikon Kota Palembang. (SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA)

11. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II)

Di dalam Museum SMB II ada 556 koleksi sejarah peninggalan Kerajaan Sriwijaya, dan anda bisa melihat benda bersejarah berupa arkeologi, etnografi, biologi, keramik, senirupa dan numismatik.

Nama Sultan Mahmud Badaruddin II ditetapkan sebagai nama sebuah museum untuk mengenang jasanya bagi kota Palembang.

Museum SMB II menyimpan koleksi mulai dari perlengkapan senjata, uang lama, makanan khas, sampai adat istiadat pernikahan orang Palembang.

Diperlihatkan juga kamar pengantin adat Palembang hingga perlengkapan khitan anak.

Anda bisa melihat potret kota Palembang jaman dahulu.

Wisatawan yang berkunjung ke museum ini sekaligus bisa memperkaya pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia.

Museum SMB II Dibuka Kembali Untuk Umum
Museum SMB II Dibuka Kembali Untuk Umum (SRIPOKU.COM / Rahmad Zilhakim)
Penulis: Feny Maulia Agustin
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved