Ulang Kejayaan Masa Lampau, KONI Sumsel Akan Cari Pelatih Berkualifikasi Untuk SONS Cabor Sepakbola

dibukanya Cabor Sepakbola SONS pasca vakum sejak 2012 lalu ini diharapkan dapat mencetak generasi unggul di bidang Sepakbola

Ulang Kejayaan Masa Lampau, KONI Sumsel Akan Cari Pelatih Berkualifikasi Untuk SONS Cabor Sepakbola
SRIPOKU.COM/RESHA
Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Samsu Ramel. 

Laporan Wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola yang telah dibuka kembali di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS), benar-benar membawa tugas berat. Sebab, mereka harus menyediakan stok pemain lokal ditengah tuntutan dunia Sepakbola saat ini.

Menurut Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Samsu Ramel mengatakan, pihaknya berkepentingan untuk mencari pelatih yang akan membina para Siswa yang menimba ilmu di sana. Untuk itu, pihaknya ingin agar pelatihnya nanti memiliki kualifikasi.

“Harus ada kualifikasi. Walaupun tidak terlalu tinggi kita mematok standar, kalau tidak ada tentu standarnya kita turunkan,” ujar Ramel saat diwawancarai Senin (11/3/2019).

Makin Terbuka, Manajemen Kantongi 3 Kandidat Nama Calon Pelatih Sriwijaya FC

Hasil Pertandingan Piala Presiden 2019 Grup B, Bhayangkara FC Duduki Puncak Klasmen

Ramel mengatakan, selain memiliki sertifikat tersebut ia juga harus bisa memaparkan program latihan di depan pihak KONI Sumsel. Sehingga, akan terlihat mana pelatih yang berkualitas dan tidak.

“Nanti akan kita seleksi,” ungkapnya.

Sebab, dibukanya Cabor Sepakbola SONS pasca vakum sejak  2012 lalu ini diharapkan dapat mencetak generasi unggul di bidang Sepakbola. Sumsel sendiri, menurut Ramel sebelumnya telah berhasil melahirkan pemain level nasional.

“Sepeti dulu ada Diklat Sepakbola Barat 1985, menghasilkan pemain nasional seperti Indrayadi, Salahudin, Buyung Ismu dan lain-lain. Generasi setelahnya, banyak juga yang jadi pelatih,” ungkapnya yang juga melatih Diklat Sepakbola saat itu.

Ibu-ibu Milenial Datangi Para Pedagang Pasar Tradisional Paparkan Keberhasilan dan Program Jokowi

Perbaiki 6 Jalan Poros Yang Rusak, Pemkab Banyuasin Anggarkan Rp 350 Milyar

Terakhir yakni Pusat Pendidikan Sepakbola Sriwijaya (PPSS), program pelatihan di bawah Dispora. Lahirlah waktu Supardi Nasir, Amirul Mukminin, Fauzi Toldo, Sobran, Djarot dan sebagainya.

Di SONS sendiri, Cabor Sepakbola juga berperan melahirkan pemain nasional yang saat ini masih aktif. Sebut saja Ichsan Kurniawan, Hapit Ibrahim dan lain sebagainya.

“Kita berharap muncul atlet mewakili Sumsel. Kedua, bisa masuk nasional. Jadi dia harus mewakili Sumsel,” jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved