Berita Otomotif

Banyak Faktor Penyebab Terjadinya Mobil Terbakar, Termasuk yang Dialami Nissan Grand Livina

Sebelum mobil terbakar, terlebih dahulu mengalami pecah ban dan sebelum kejadian muncul percikan api di bagian bawah mobil.

Banyak Faktor Penyebab Terjadinya Mobil Terbakar, Termasuk yang Dialami Nissan Grand Livina
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Rudimanjaya-Instruktur Otomotif di Palembang 

Mesin mobil yang bekerja terlalu keras bisa menyebabkan atau suhu terlalu panas. Panasnya mesin mobil dapat menyebabkan suhu oli sangat tinggi sehingga menetes atau bocor ke bagian yang bisa memantik api.

Biasanya mesin mobil yang mudah panas disebabkan oleh kerusakan radiator atau katup pada mesin yang tidak sempurna. Kerusakan bisa menyebabkan mesin tidak beroperasi secara efisien, pembakaran tidak sempurna, sehingga dapat menyebabkan beban kerja konverter katalisis terlalu besar.

Konverter katalisis atau (CC) berfungsi menyaring hidrokarbon dan polutan lain yang dihasilkan oleh mesin. Suhu CC bisa mencapai 1.000 derajat Celcius jika terlalu panas, bisa menyebabkan kebakaran interior mobil.

Tujuh Tahun Rusak, Lorong Talang Petai di Plaju Palembang Ini Belum Pernah Disentuh Perbaikan

Herman Deru : Kepercayaan Masyarakat Modal Terbesar Kepala Daerah dalam Membangun

Makin Terbuka, Manajemen Kantongi 3 Kandidat Nama Calon Pelatih Sriwijaya FC

Keadaan mesin yang panas bisa segera diketahui dari indikator. Jika hal ini terjadi, segera pinggirkan mobil dan matikan mesin.

Mobil masa kini dirancang dengan kerangka yang aman untuk mengatasi dampak benturan jika terjadi kecelakaan. Namun jika kecelakaan terjadi sangat keras, cairan bahan bakar atau oli bisa bocor, benturan dan gesekan menimbulkan percikan api, kombinasi keduanya dapat menyebabkan kebakaran mobil.

Kecelakaan adalah sebuah keadaan yang tidak diinginkan semua orang. Namun jika terjebak dalam situasi ini segera jauhi kendaraan, khawatir mobil terbakar sewaktu-waktu.

Sementara salah seorang Instruktur otomotif di Palembang, Rudimanjaya mengatakan setiap terjadinya kebakaran sebuah kendaraan itu harus ada tim investigasi yang bisa menganalisanya.

"Kalau mobil terbakar itu sudah ekstrem harus diteliti. Tidak bisa nganalisa langsung dan menduga-duga. Tidak bisa nyebut lantaran pecah ban, habis itu ada percikan. Banyak juga mobil terjadi pecah ban, setelahnya tidak terbakar. Karena bisa saja kemungkinan lain. Biasanya setiap merek kendaraan memiliki Tim Investigasi tersendiri. Kita tidak bisa memastikan penyebabnya apa. Harus dicek secara menyeluruh," ungkap Rudimanjaya ketika dimintai komentarnya, Senin (11/3).

Ia mengingatkan para pengendara agar melakukan pengecekan dan memeriksa beberapa hal sebelum menjalankan kendaraan tersebut.

"Sebelum jalan, hendaknya periksa rutin seperti oli, air radiator, baut roda ban, dll. Itu dicek oleh pengemudi," kata Rudimanjaya.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved