Berita Palembang

Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang Siap-Siap Terima Estafet Subsidi LRT, Pengajuan Ditolak DPR RI

Badan Anggaran Komisi V DPR RI kembali menegaskan untuk menyetop subsidi LRT tahun 2020 mendatang.Pengalihan subsidi akan diberikan kepada Pemkot Plg

Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang Siap-Siap Terima Estafet Subsidi LRT, Pengajuan Ditolak DPR RI
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Masyarakat yang sedang naik Light Rail Transportasi (LRT) Palembang untuk berpergian ke kantor maupun ke pusat perbelanjaan. Foto diambil beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Anggaran Komisi V DPR RI kembali menegaskan untuk menyetop subsidi LRT tahun 2020 mendatang. Pengalihan subsidi akan diberikan kepada Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel.

Hal ini disampaikan saat kunjungannya di Palembang, Rabu (6/3/2019).

Penyetopan subsidi ini dilakukan karena proyek LRT ini dinilai grasa-grusu, tanpa ada penelitian dari Litbang Perhubungan dan badan perencanaan, sehingga saat LRT ini sudah dibangun transportasi ini hanya bisa digunikmati oleh kalangan tertentu saja, karena tidak semua rute bisa diakses.

Integrasi LRT-TM-Damri, LRT Butuh Park and Ride

Hindari Kemacetan Saat Millennial Road Safety Festival 2019 Nanti, Sebaiknya Warga Naik LRT

Herman Deru Ajak Mahasiswa Unsri Naik LRT, Pegawai Diwajibkan Naik LRT Sebulan Sekali

Video Integrasi LRT dan Damri Jurusan Palembang-Indralaya Sepi Penumpang

Anggota Badan Anggaran Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono menilai LRT ini hanya melalui jalur-jalur tertentu yang tidak menyentuh masyarakat bawah.

"Apalagi kalau dilihat LRT ini melewati rute-rute yang benar-benar tak menyentuh masyarakat bawah, mulai dari bandara, rute lainnya melewati mal dan kedua mal itu punya perusahaan swasta, jadi terkesan LRT ini pembangunannya bisa diintervensi oleh pihak swasta," ujarnya.

Bambang menegaskan karena alasan-alasan inilah, Badan Anggaran Komisi V DPR RI akan menolak pengajuan subsidi LRT untuk tahun 2020 mendatang.

"Apalagi setelag grass periodenya selesai, anggaran subsidi LRT ini akan semakin besar. Kita harus membayar angsuran dan bungan ke China Development Bank (CDB) karena sebagian besar pinjaman untuk LRT kita pinjam ke sana," ujarnya.

Ongkos Lebih Hemat, Wong Kito Sambut Baik Integrasi LRT, Trans Musi dan Bus Damri

Naik LRT-Trans Musi Cukup Bayar Sekali, Umum-Mahasiswa Rp 7.000

LRT Palembang Ditargetkan Tingkatan Penumpang 10 Persen, Integrasi Bus Air Segera Menyusul

Rp 7 Ribu Bisa Naik Tiga Modam, Damri, Trans Musi, dan LRT Sekaligus

Bambang menjelaskan jika bunganya saja 4,7 persen dari total pinjaman Rp 10,9 triliun maka setiap bulan bunga yang harus dibayar Rp 45 miliar ditambah dengan angsuran juga berkisan Rp 45 miliar per bulan.

"Jadi dalam sebulan biaya yang harus dikeluarkan untuk LRT sekitar Rp 100 miliar ditambah dengan biaya operasional, listrik dan lainnya," ujarnya.

Bambang kembali menegaskan agar masyarakat Palembang siap-siap menerima estapet subsidi LRT dari APBN.

"Kalau yang subsidi LRT adalah APBN jadi semua masyarakat Indonesia ikut terbebani membayarkan subsidi LRT padahal yang menikmati LRT hanya masyarakat Palembang, jadi ini jelas tidak adil.

Untuk itu mulai tahun 2020 siap-siap masyarakat Palembang harus menanggung subsidi LRT ini," ujarnya.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved