Breaking News:

Berita Palembang

Harga Beras di Atas Rp 8.300, Bulog Divre Sumsel Babel tak Mampu Beli Petani

Harga jual beras dari petani yang tinggi, di atas Harga Pokok Pemerintah (HPP) menyebabkan Bulog sulit melakukan pembelian.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Welly Hadinata
Kompas.com
Ilustrasi beras di gudang Bulog 

"Bulog pusat sudah menginstruksikan agar kita melakukan penyerapan beras. Namun memang kendala saat ini harga jual dari petani cukup tinggi. Mau tidak mau kita pakai harga komersial," katanya.

Dibagian lain dijelaskan, saat ini stok beras di gudang Bulog Sumsel saat ini ada sebanyak 27.500 ton beras. Namun stok tersebut bukan serapan beras anyar melainkan persediaan sejak tahun lalu.

Masih Terikat Kontrak 3 Tahun Dengan Molde, Bagaimana Nasibnya di Old Trafford? Ini Kata Solskjaer

Heboh Akun Medsos Hotman Paris Mendadak Diunfollow Keluarga Syahrini, Ruben Onsu: Sangat Sensitif

Begini Potret Syahrini saat Sungkeman ke Ibunya, Penuh Tangis Air Mata hingga Singgung Soal Restu

"Sebagian stok ini merupakan kiriman dari Jawa Timur. Sebagian lagi pengadaan dari petani lokal di 2018 lalu. Jadi stok yang ada bukan berasal dari pengadaan lokal," jelasnya.

Sementara mengenai stok, kondisi gudang Bulog Sumsel belum dapat dikatakan penuh.

Hal itu lantaran stok hanya ada sekitar 27.300 ton dan mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat sekitar 7 bulan kedepan.

===

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved