Berita Palembang

Pengendara Kendaraan Pribadi Keluhkan Angkot Ngetem di Jalur Pribadi Bawah Jembatan Ampera Palembang

Pengendara Kendaraan Pribadi Keluhkan Angkot Ngetem di Jalur Pribadi Bawah Jembatan Ampera Palembang

Pengendara Kendaraan Pribadi Keluhkan Angkot Ngetem di Jalur Pribadi Bawah Jembatan Ampera Palembang
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Angkot yang membandel menerobos jalur pribadi di kawasan bawah Jembatan Ampera Palembang sehingga nampak semrawut menyebabkan penumpukan kendaraan, Selasa (5/3/2019). 

“Semoga ini cepat ditindak sehingga lalulintas di sini tidak lagi kacau balau,” ujar Riko berharap.

Senada warga Palembang lainnya, Etty Meila juga mengeluhkan kondisi arus lalu lintas di bawah Jembatan Ampera tersebut.

Etty merasa tidak nyaman lantaran banyak angkot yang seenaknya berhenti di tengah jalan dengan waktu yang cukup lama.

Wanita Ini Mengaku Disiksa Suaminya di Bawah Jembatan Ampera Palembang dan Jadi Tontonan Warga

Dermaga Bawah Jembatan Ampera Dimodernisasi, Sebagai Pilot Project Angkutan Sungai Tingkat Nasional

Pulang dari Jambi, Buruh Bangunan Ini Jadi Korban Penodongan di Bawah Jembatan Ampera

Pemuda 21 Tahun Ditemukan Meregang Nyawa di Bawah Jembatan Ampera, Ini Kata Keluarga Korban

Pria yang Merusak Lampu Hias Jembatan Ampera Dikembalikan ke Keluarganya, Begini Cerita Sebenarnya

"Jadi kendaraan lain yang melintas terhalang oleh angkot-angkot ini. Kami yang berjalan kaki juga takut kalau ingin nyeberang jalan. Takut tertabrak. Seharusnya ditata, jadi para sopir angkot tidak seenak mereka berhenti sana-sini,” ungkapnya.

Sementara Kabid Dal Ops Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Martha Edison membenarkan bahwa angkot tidak diperbolehkan untuk melintasi jalur pribadi khususnya di kawasan bawah Jembatan Ampera Palembang.

Menurut dia pihaknya telah menyiapkan dua jalur dan memasang portal pembatas jalan sehingga angkot tidak diperbolehkan melintasi jalur kendaraan pribadi.

Hanya saja, sopir angkot yang masih membandel tetap saja melintas di jalur yang bukan untuk jalur mereka.

“Kalau masih ada kedapatan melanggar tentu akan kita tindak dan lakukan pendataan sehingga apabila mereka (sopir angkot-red) yang sering kita data dan bina masih saja melanggar akan kita cabut izin operasi mereka,” ujar Marta Edison.

“Sedangkan kalau untuk tindakan penilangan masih kita serahkan semuanya kepada pihak lantas terkait tindakan penilangan di jalanan,” jelas dia lagi.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved