Kirim 9 Atlet ke Kejurnas Catur Solo, NPCI Sumsel Targetkan 5 Tiket Menuju APG 2019 di Filipina

Kirim 9 Atlet ke Kejurnas Catur Solo, NPCI Sumsel Targetkan 5 Tiket Menuju APG 2019 di Filipina

Kirim 9 Atlet ke Kejurnas Catur Solo, NPCI Sumsel Targetkan 5 Tiket Menuju APG 2019 di Filipina
SRIPOKU.COM/RM RESHA AU
Para atlet NPCI Sumsel yang dikirm ke Kejurnas sekaligus Seleknas Catur di Solo, 1–5 Maret. 

Kirim 9 Atlet ke Kejurnas Catur Solo, NPCI Sumsel Targetkan 5 Tiket Menuju APG 2019 di Filipina

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Sumsel mengirim 9 atletnya untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur di Solo 1–5 Maret 2019.

Melalui Kejurnas sekaligus Seleksi Nasional (Seleeknas) tersebut mereka memperebutkan tiket menuju ASEAN Para Games (APG) 2019 di Filipina, November mendatang.

"Kita telah menurunkan sembilan atlet di Kejurnas Catur yang juga merupakan ajang Seleknas pusat untuk ASEAN Para Games," ujar Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari saat dikonfirmasi, Senin (4/3/2019).

Kesembilan atlet tersebut adalah Yuni, Ade R Nasution, Maksum Firdaus, Hamza, Supriono, Aji Hartono, Arifin, Hendy dan Fitrianto.

Pihaknya menargetkan minimal 5 orang menembus kemah Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) APG 2019 mendatang.

Riyanti Sempat Berjaya Raih Dua Medali di Ajang Asian Para Games di Malaysia

Berita Palembang: Kenangan Yuni, Peraih Emas Asian Para Games 2018 di Tempatnya Direhabilitasi

Usai Asian Para Games 2018, NPC Sumsel Tatap 3 Event Lagi Tahun 2019 dan 2020

Kepulangan Peserta Asian Para Games 2018 Diwarnai Tangis Haru

"Target kita minimal lima atlet bisa lolos Seleknas. Karena kita tahu, bahwa target tersebut cukup realistis. Ada Yuni, Hendy, Maksum yang kemarin juga memperkuat Indonesia Asian Para Games di Jakarta," ujarnya.

Meski diperkuat oleh kontingen APG 2017 lalu, ia tak ingin para atletnya terlena dalam Seleknas kali ini. Sebab, tentu setiap atlet Provinsi lain memiliki motivasi serupa untuk merebut tiket mewakili Indonesia di multi-event olahraga dua tahunan level Asean itu.

Apalagi dalam Kejurnas tersebut, kontingen dari Pulau Jawa menjadi ancaman.

Sebab ia mengakui, di sana bermukim atlet-atlet yang berprestasi karena support dari Pemerintah setempat juga berimbang.

"Fokus dan tenang, karena kita tahu bahwa semua yang turun di Seleknas pasti juga menargetkan lolos. Sehingga memang diperlukan fokus dan ketenangan saat bermain cabor ini," jelasnya.

===

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved