Berita OKI

Pulau Maspari, Destinasi Wisata yang Jadi Surganya Kawanan Penyu Sisik dan Penyu Hijau

Maspari ternyata merupakan pulau favorit bagi kawanan penyu bersisik (Eretmochelys Imbricata) dan penyu hijau (Chelonia Mydas) sebagai tempat bertelur

Pulau Maspari, Destinasi Wisata yang Jadi Surganya Kawanan Penyu Sisik dan Penyu Hijau
Dok. Pemprov Sumsel
Maspari ternyata merupakan pulau favorit bagi kawanan penyu bersisik (Eretmochelys Imbricata) dan penyu hijau (Chelonia Mydas) sebagai tempat bertelur. 

Selain pertengahan bulan Februari, penyu-penyu betina ini akan banyak bertelur pada bulan Mei antara 3-4 tahun sekali.

Bagi pecinta hewan bahkan peneliti, momen ini tentu sangat langka dan sayang dilewatkan begitu saja.

"Namun sayangnya, banyak nelayan dan warga yang datang justru hanya untuk mencuri telur penyu disana."

"Cangkang penyu sering dijadikan obat-obatan kosmetik atau hiasan. Telurnya (mitosnya) untuk kejantanan," paparnya.

Saat akan bertelur, penyu cenderung sangat penyendiri.

Tak heran apabila terganggu cahaya sedikit saja pada saat mau keluar telur, maka induk penyu akan kembali melaut.

"Mereka ini sangat penyendiri. Gak bisa kena blitz kamera atau sorot lampu senter," tambahnya.

Dia meyakini, Pantai Maspari yang masih sangat alami dan minim cahaya, menjadi salah satu daya pikat penyu untuk berkembang biak.

"Mereka tahu di sini tidak ada gangguan dan mereka juga sudah memastikan posisi lubang telur penyu tidak terendam air laut. Perut penyu dapat mendeteksi suhu," jelasnya.

Maspari ternyata merupakan pulau favorit bagi kawanan penyu bersisik (Eretmochelys Imbricata) dan penyu hijau (Chelonia Mydas) sebagai tempat bertelur.
Maspari ternyata merupakan pulau favorit bagi kawanan penyu bersisik (Eretmochelys Imbricata) dan penyu hijau (Chelonia Mydas) sebagai tempat bertelur. (Dok. Pemprov Sumsel)

Selain aktivitas penyu bertelur, konon pulau ini sangat bersejarah dan diduga menjadi tempat Laksamana Ceng Ho bersama 28.000 pasukannya singgah dan menambatkan 137 kapal-kapal layar di karang tinggi/ jati.

Halaman
1234
Editor: Ahmad Sadam Husen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved