Berita Palembang

Ratusan Siswa SMPN 1 Palembang Melepas 8 Student Exchange Asal SMP Labschool Kebayoran

Tawa haru menahan kesedihan ratusan siswa SMPN 1 Palembang berpisah dengan delapan siswa kelas delapan SMP Labschool Kebayoran

Ratusan Siswa SMPN 1 Palembang Melepas 8 Student Exchange Asal SMP Labschool Kebayoran
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para siswa Student Exchange asal SMP Labschool Kebayoran bersama guru pendamping dan orangtuanya serta sebagian siswa dan pihak SMPN 1 Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Tawa haru menahan kesedihan ratusan siswa SMPN 1 Palembang ketika berpisah dengan delapan siswa kelas delapan SMP Labschool Kebayoran yang mengikuti perpisahan pertukaran pelajar (Students Exchange) nasional di SMPN 1 Jalan Talang Semut Palembang, Jumat (1/3/2019).

"Seneng kita mendapat teman baru meskipun hanya seminggu bersama. Asyik merasakan dapat berbagi pengalaman, dapat pelajaran budaya dan bahasa mereka. Mereka 'kan cerita-cerita," ucap salah seorang siswa SMPN 1 Palembang, Aufa.

Adapun kedelapan siswa asal SMP Labschool Kebayoran itu yakni Kalvinda Citrafaiza Zahraputri, Hasbi Cholid, Mirza Mawla Althaf, Nashatra Inara Wilson, Azra Liyana Ramadhany, Andien Azaria Qotrunada, Nazhira Khalyla Zulkarnaen, Rashaqa Safi Adityo.

Dua diantaranya masih memiliki keluarga asal Palembang, yakni Hasbi Cholid dan Nashatra Inara Wilson.

Kedelapan siswa ini juga membawakan penampilan atraksi tarian, nyanyi, main yoyo.

Bocorkan Syahrini dan Reino Barack Akan Berbulan Madu, Sosok Ini Ungkap Hal yang Paling Ditunggu

"Dua siswa kita yang ikut ini diantaranya seperti Hasbi Cholid dan Nasha yang memiliki keluarga di Palembang."

"Mereka dan 6 lainnya mengajukan diri untuk mengikuti seleksi pertukaran pelajar (student exchange), belajar di sekolah yang lain dan merasakan tinggal dengan orangtua angkat."

"Mereka belajar merasakan hidup dengan keluarga yang baru. Setelah program student exchange nasional ini, mereka yang berminat lagi untuk pertukaran pelajar internasional bisa mengajukan lagi."

"Salah satu seleksinya adalah wawancara dalam Bahasa Inggris dan presentasi paper berbahasa Inggris."

"Negara tujuan beberapa tahun terakhir ini adalah ke Australia dan UK (United Kingdom)," ungkap Yoanita Pusparani SPd, guru pendamping SMP Labschool Kebayoran.

Menurut Yoanita, SMPN 1 Palembang dipilih sebagai tujuan tempat pertukaran pelajar setelah melihat sebagai sekolah rujukan unggulan yang dulunya RSBI.

"Saat kami sudah disini kami lihat ada hal-hal yang tidak dimiliki sekolah lain, kemudian ekskulnya juga berprestasi dan ada ekskul yang kami tidak miliki di Labschool sehingga anak-anak mendapatkan pengalaman yang lain."

"Secara tujuan program sendiri antara lain Labschool ingin siswa kami mengenal budaya dari provinsi provinsi lain."

"Kita ada 7 kota tujuan. Kota Pakem, Pandak, Belitung, Yogya, Surabaya, Jambi, dan Palembang."

"Anak anak disini merasakan hidup di keluarga yang berbeda dengan keluarga mereka di Jakarta."

"Ada yang setelah beberapa hari disini menyadari selama ini di Jakarta ternyata mendapat fasilitas dan perhatian yang memudahkan mobilitas mereka, saya jadi merasa selama ini kurang bersyukur dan jadi bertekad akan jauh lebih mandiri lagi memanage banyak hal di rumah dan sekolah."

"Pengembangan karakter di sekolah juga sejalan, dibiasakan hidup mandiri, bertanggungjawab, namun semakin paham maknanya kenapa kami perlu melakukan ini setelah kami studex ini."

"Anak anak juga sangat mudah bergaul dengan teman-temannya," papar Yoanita.

Beberapa siswa SMP Labschool Kebayoran juga turut menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan yang mereka ikuti ini.

"Orangnya baik-baik. Sampahnya bersih-bersih. Makanannya enak-enak. Terutama Pempek asli Palembang."

"Kita selama di Palembang ada orangtua asuh. Lebih mandiri dan memanage waktu. Kalau saya juga senang dapat ke Palembang ini, ada Nyai tinggal di Plaju," kata Hasbi.

Selain itu, siswa lain bernama Nasha mengaku senang bisa ikut pertukaran pelajar di tanah kelahiran ayahnya.

"Senang bisa ketemu orang baru. Budaya Palembang. Bapak orang Palembang. Dari kecil di Jakarta. Jelas beda dari budayanya."

"Tapi tetap seru. Kalau sepulang sekolah satu kelas piket. Itu kerasa kebersamaannya. Tinggal di Sekojo," kata Nasha.

Zhira sendiri meski asli Jakarta mengaku merasa mendapat pengalaman baru dan sangat senang melihat suasana di Kota Palembang.

"Bedanya di sini lebih anak-anaknya lebih seru. Bangunnya lebih pagi. Tidak jauh beda. Dapat tinggal di KM 7. Di Labschool materi jauh lebih dulu. Secara belajar berbeda. Di sana lebih sering dikasih tugasnya banyak. Mungkin mau balik lagi ke sini. Suasananya lebih enak. Makanannya juga suka kayak pempek," kata Zhira.

Sementara iyu, Kepala SMPN 1 Palembang Devi Emilya M.Pd, melalui Wakil Kepsek Bagian Kesiswaan Maya Erniwati Manalu S.Pd, mengatakan program pertukaran pelajar sudah dari tanggal 25 Februari hingga 1 Maret 2019.

"Sekarang ini perpisahan setelah selama 1 minggu mereka bersama dengan siswa SMPN 1 Palembang. Mereka menampilkan tari jaipong Labschool."

"Sementara dari SMPN 1 menampilkan permainan biola, nyanyi, story telling, penyerahan kenang-kenangan antar kedua sekolah," kata Maya.

Sebelum perpisahan para siswa ini ikut PBM (Proses Belajar Mengajar) di SMPN 1.

Semua program SMPN 1 dan ulangannya pun diikuti karena kurikulumnya sama nasional.

"Kita tidak pernah membuat merek sekolah ini unggulan. Dulu RSBI. Setelah dihapuskan kita ikut kurikulum 2013."

"Tapi masyarakat menyebut dan menilainya sekolah favorit, sekolah unggulan," ujar Maya yang alumni FKIP Unsri.

Dengan adanya program ini, pihak SMP Labschool Kebayoran ini ingin mengambil pengalaman budaya, kebiasaan yang baik dari Palembang untuk bisa diterapkan di Labschool pastinya.

Diakui Maya, sekolah ini yang pertama kali ada pertukaran pelajar , yapi kalau kedatangan studi banding hampir setiap bulan.

"Mereka memberikan proposal pemberitahuan ke kita. Setelah kita setujui memberikan program perjalanannya satu minggu hingga perpisahan. Baru carikan orangtua asuh."

"Mereka jadi benar-benar diperlakukan seperti anak kandung. Dari bangun pagi hingga dijemput pulang sekolah."

"Setelah ini akan buat program siswa kita untuk pertukaran pelajar. Yang pertama ke Labschool dulu," ujarnya.

Menurut Maya, pihak SMPN 1 Palembang akan mempertimbangan adanya program ini karena melihat banyaknya hal positif dari pertukaran pelajar ini. (Abdul Hafiz)

===

Terkait Peluru Nyasar Saat Razia di Kampung Baru Teratai Putih, Begini Tanggapan Kepala BNNP Sumsel

Mulut Akbar Berbusa dan Bersimbah Darah, Diduga Terkena Peluru Nyasar Petugas di Kampung Baru

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved