Berita Palembang

Mulut Akbar Berbusa dan Bersimbah Darah, Diduga Terkena Peluru Nyasar Petugas di Kampung Baru

Ekspresi raut wajah cemas tergambar dari Ridarman(53) warga Kampung Baru yang melihat mulut anaknya berbusa dan baju bersimbuh darah.

Mulut Akbar Berbusa dan Bersimbah Darah, Diduga Terkena Peluru Nyasar Petugas di Kampung Baru
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
M.A terbaring lemas di kasur RS Myria, akibat terkena peluru nyasar. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Ekspresi raut wajah cemas tergambar dari Ridarman(53) warga Kampung Baru yang melihat mulut anaknya berbusa dan baju bersimbuh darah.

Sang anak diketahui Muhammad Akbar (MA), yang diduga menjadi korban peluru nyasar petugas.

Pantau Sripoku.com, Jumat (1/3/2019) terlihat sangat jelas wajah yang penuh kekhawatiran dari ayahanda MA yang melihat anaknya terbaring lemas di atas kasur RS Myria Palembang. Yang menjadi korban peluru nyasar.

Ridarman mengatakan kejadian bermula saat Tim BNN dan Polsek Sukarame merazia di Jalan Teratai, Perumahan Teratai Putih Kampung Baru, Sukarame Palembang. Yang saat itu ia menyuruh M.A mencari adiknya dan mengajaknya pulang.

“Semalam, kira-kira jam setengah satu malem. Aku nyuruh dio untuk ngajak adeknyo balek. Ku tungguh-tungguh bejam-jam eh dak taunyo dio la di kamar tedok begelepan," Ujar Ridarman kepada Sripoku.com.

Ia menambahkan pada saat itu belum ketahuan bahwa M.A ini terkena peluru nyasar. Pas ketahuannya saat kakak perempuan MA ini menyapa di kamarnya.

“MA ngapoi kau tuh gelep-gelepan tedok. Ku hidupilah mas lampu. Eh dak taunyo mulutnyo bebusa dan bajunyo darah galo bagian samping dado,” terang Kakak perempuannya.

Setelah 6 Tahun Kosong, Jonas Brothers Akhirnya Kembali Rilis Lagu Baru

Konsumen Foodmart Fresh Palembang Icon Mall Belum Tahu Kantong Plastik Berbayar Lagi

Sontak kakak perempuan MA memanggil ayahnya dan langsung dibawa ke rumah sakit pada pukul 01,30 WIB. MA bercerita kepada ayahnya bahwa luka tembak yang ia dapat pada saat itu iya mencari adiknya dan melihat segerombolan polisi dan BNN ribut, karena ada warga kampung baru berdemo.

Suasana mulai memanas dan salah satu anggota BNN melancarkan peluru yang tak diketahui oleh MA dan tanpa disadari oleh MA peluru sudah bersarang di badannya.

Halaman
12
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved