Berita Pagaralam

Warga Pagaralam Cemas, Beruang Hitam Masuk Pemukiman Khawatir Makan Korban

Masyarakat Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam tepatnya di RT/RW 02/01 Dusun Sukajadi Kelurahan Pelang Kenidai,

Warga Pagaralam Cemas, Beruang Hitam Masuk Pemukiman Khawatir Makan Korban
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM-- Masyarakat Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam tepatnya di RT/RW 02/01 Dusun Sukajadi Kelurahan Pelang Kenidai, Kamis (28/2/2019) dihebohkan dengan kemunculan seekor beruang hitam.

Beruang hitam besar tersebut terlihat muncul dekat permukiman warga. Hal ini membuat warga khawatir dan takut jika beruang tersebut akan masuk kawasan permukiman yang padat penduduk. Pasalnya dikhawatirkan akan menyerang warga.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Kamis (28/2/2019) menyebutkan, warga melihat kemunculan beruang hitam tersebut tak jauh dari Masjid Baiturrahman Sukajadi.

Masyarakat Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam tepatnya di RT/RW 02/01 Dusun Sukajadi Kelurahan Pelang Kenidai, Kamis (28/2/2019) dihebohkan dengan kemunculan seekor beruang hitam.
Masyarakat Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam tepatnya di RT/RW 02/01 Dusun Sukajadi Kelurahan Pelang Kenidai, Kamis (28/2/2019) dihebohkan dengan kemunculan seekor beruang hitam. (ISTIMEWA)

Kecelakaan, Sebastian Vettel Mengatakan Dia Tidak Bisa Mengendalikan Mobilnya

Gara-gara Buah Petai, Pria di Muratara Ini Dibacok Warga Sedesanya

Warga yang melihat kemunculan beruang tersebut, Sas (57) yang merupakan pemilik kebun mengatakan, saat melihat beruang tersebut langsung cemas dan menjauh karena takut diserang.

"Saat pertamakali terlihat beruang itu lagi menaiki pohon nangka. Melihat itu saya langsung kontak anggota Polsek Dempo Tengah, saat petugas dan warga ke lokasi, beruang itu langsung berlari menjauh," ujarnya.

Warga berharap petugas dapat memastikan jika beruang tersebut tidak lagi kembali. Pasalnya ditakutkan beruang akan menyerang warga yang hendak pergi kekebun.

Camat Dempo Tengah, Dra Rismawati mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk memantau pergerakan beruang tersebut. Hal ini agar binatang buas tersebut tidak menyerang warga.

"Kita duga dihabitat aslinya beruang ini, sudah kehabisan stok makanan, jadi mencari sumber makanan baru, apalagi di kebun warga ini banyak tanaman durian dan nangka," katanya.(one)

===

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved