Berita OKU Timur

Ribuan Hektar Sawah Petani Gagal Tanam, Ini yang dilakukan Bupati OKU Timur HM Kholid MD

Ribuan Hektare (Ha) lahan persawahan warga Kabupaten OKU Timur mengalami gagal tanam akibat terendam banjir disebabkan luapan sejumlah sungai dalam

Ribuan Hektar Sawah Petani Gagal Tanam, Ini yang dilakukan Bupati OKU Timur HM Kholid MD
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat meninjau perlengkapan siaga bencana milik PT Musi Hutan Persada (MHP), Kamis (28/2/2019) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Ribuan Hektare (Ha) lahan persawahan warga Kabupaten OKU Timur mengalami gagal tanam akibat terendam banjir disebabkan luapan sejumlah sungai dalam beberapa minggu terakhir.

Hal itu diungkapkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat menjadi pembina upacara apel kesiapsiagaan bencana Kamis (28/2/2019) di lapangan pemkab OKU Timur.

Semburan Gas di Blok Sakakemang Muba Masih Liar, Warga di Lokasi Sudah Tahu Sejak Tahun 2000

BREAKING NEWS : Cuaca Ekstrem, Seorang Warga Pemulutan Dikabarkan Hilang di Sungai Ogan Pemulutan

Kabar Terbaru Astrid Tiar, Sibuk Jadi Ibu Rumah Tangga Bahagia Makan Bakmie

Dicap Janda Tajir Melintir dan Sering Dapat Brondong, Ternyata Ini Sumber Keuangan Muzdalifah

Menurut Kholid, untuk meringankan beban petani yang mengalami kerugian akibat bencana alam tersebut, pemerintah akan memberikan bantuan bibit untuk tanam kembali.

Sehingga petani tidak mengalami kerugian dan kesulitan.

"Ada sekitar 1500 Ha lahan sawah petani yang mengalami gagal panen akibat terendam banjir karena tingginya intensitas hujan dalam beberapa minggu terakhir," katanya.

Pungli Masih Mendominasi Produk Layanan, Muaraenim Masuk Zona Merah

Enam Street Food Paling Populer di Asia, Termasuk Sate Khas Indonesia yang Melegenda

Kenali dan Cegah Pneumonia pada Anak, Berikut Gejala dan Tips Mengatasinya

SELAMAT! Momo Geisha Lahirkan Anak Pertama, Sheena Gabriella Aurora Samudra, Wajahnya Disoroti!

Dikatakan Kholid, untuk potensi bencana di OKU Timur yang kerap terjadi adalah banbjir, angin kencang kebakaran hutan dan lahan.

Lokasi-lokasi bencana tersebut sudah bisa diprediksi. Sehingga kita bisa melakukan pencegahan timbulnya korban.

Kholid juga mengatakan bahwa tahun 2019 musim kemarau diprediksi akan berlangsung lama dan berbeda dari tahun sebelumnya.

Untuk itu seluruh pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder harus mempersiapkan langkah-langkah antisipasi sehingga dapat memperkecil terjadinya bencana kebakaran.

===

Penulis: Evan Hendra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved