Berita Palembang

Pekerja Konstruksi Sumsel Banyak Belum Tersertifikasi, Secara Nasional Baru 7,4 Persen

Berdasarkan UU No 22 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi, pengguna dan pencari jasa di bidang konstruksi wajib menggunakan tenaga kerja bersertifikat.

Pekerja Konstruksi Sumsel Banyak Belum Tersertifikasi, Secara Nasional Baru 7,4 Persen
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Pelaporan Persiapan Penghargaan yang digelar Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang di Hotel Whyndam, Kamis (28/2/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Geliat pembangunan infrastruktur di provinsi Sumsel sejak beberapa tahun terakhir sangat masif.

Namun, para tenaga ahli di bidang jasa konstruksi di Bumi Sriwijaya hanya bisa jadi penonton di daerah sendiri.

Hal tersebut lantaran para tenaga ahli di bidang jasa konstruksi di Sumsel belum memiliki sertifikasi.

Berdasarkan UU No 22 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi, pengguna dan pencari jasa di bidang konstruksi wajib menggunakan tenaga kerja bersertifikat.

Fokus Peningkatan Mutu PAUD di Indonesia Bangun Karakter Anak, Bangun Satu Desa Satu PAUD

Ekspresi Gubernur Sumsel Deru minta Asfan Presiden Sriwijaya FC Contoh Persib tak lagi Menyusu

Buron Selama 7 Bulan, Pelaku Penusukan yang Menewaskan Hartoni Berhasil Diamankan

Maka dari itu pemerintah pusat tengah melakukan percepatan sertifikasi tenaga ahli dan terampil di bidang jasa konstruksi.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin mengatakan dari 8,3 juta tenaga kerja di bidang konstruksi baru sekitar 7,4 persen atau sekitar 616 ribu orang yang memiliki sertifikasi.

Jumlah tersebut dibagi sebanyak 412 ribu tenaga terampil dan 195 ribu tenaga ahli.

Ia mencontohkan, sejumlah proyek pembangunan nasional yang digelar di Sumsel saat persiapan Asian Games 2018 lalu. Pekerja yang digunakan kebanyakan dari Jawa.

Mitsubishi Motor Auto Expo Bukan Pameran Biasa, MMKSI Targetkan 100-an SPK

Sumsel Rawan Bencana Alam, Personel Basarnas Palembang Lakukan Pemetaan dan Siap Siaga 24 Jam

Sebarkan Info Terkait Imigrasi ke Masyarakat, Imigrasi Klas II Muaraenim MoU Dengan Kominfo

“Banyak tenaga kerja di Sumsel masih belum memiliki sertifikasi ini. Sehingga tidak bisa digunakan dalam proyek. Itulah kenapa banyak tenaga ahli konstruksi dari Jawa yang bekerja di Sumsel," katanya usai menghadiri acara Pelaporan Persiapan Penghargaan yang digelar Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang di Hotel Whyndam, Kamis (28/2/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya berusaha mempercepat sertifikasi baik untuk badan maupun perorangan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Tahun ini, secara nasional target sertifikasi mencapai 212 ribu orang. Jumlah tersebut memang masih belum bisa memenuhi kebutuhan.

Berbagai upaya pun dilakukan untuk mendorong percepatan. Salah satunya dengan menggandeng berbagai pihak mulai dari perguruan tinggi, asosiasi pengusaha dan pekerja konstruksi serta pemerintah daerah.

Target Penyaluran KUR Bank Sumsel Babel (BSB) Tahun 2019 Naik Tiga Kali Lipat

Sebarkan Info Terkait Imigrasi ke Masyarakat, Imigrasi Klas II Muaraenim MoU Dengan Kominfo

Syahrini Akhirnya Buka Suara Soal Kabar Pernikahannya, 3 Foto Ini Jadi Bukti Kuat EnergyOfAkad

“Pekerja maupun perusahaan yang telah memiliki sertifikasi keahlian akan memiliki keunggulan tersendiri. Sehingga pemilik sertifikasi keahlian jasa konstruksi akan diprioritaskan untuk bekerja,” jelasnya.

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang, Wagino menambahkan tahun ini sebanyak 1.396 sertifikasi sudah diberikan kepada tenaga ahli dan terampil di bidang jasa konstruksi.

“Jumlah tersebut masih jauh dari target tahun ini mencapai 26.900 sertifikat," kata Wagino.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved