Berita Palembang

Mengaku Diancam akan Dibunuh Menantu, Wanita Warga Jln Aiptu A Wahab Jakabaring Palembang Ini Resah

Mengaku Diancam akan Dibunuh Menantu, Wanita Warga Jalan Aiptu A Wahab Lorong Coga Jakabaring Palembang Ini Resah

Mengaku Diancam akan Dibunuh Menantu, Wanita Warga Jln Aiptu A Wahab Jakabaring Palembang Ini Resah
ilustrasi
ilustrasi. Mengaku Diancam akan Dibunuh Menantu, Wanita Warga Jalan Aiptu A Wahab Lorong Coga Jakabaring Palembang Ini Resah 

Mengaku Diancam akan Dibunuh Menantu, Wanita Warga Jalan Aiptu A Wahab Lorong Coga Jakabaring Palembang Ini Resah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Merasa nyawanya terancam, Sulastri (47) warga Jalan Aiptu A Wahab Lorong Coga Kecamatan Jakabaring Palembang mendatangi Polresta Palembang, Sabtu (23/2/2019) siang.

Di hadapan petugas piket pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Sulastri mengaku mendapat pengancaman pada Jumat (22/2/2019) sekitar pukul 09.30 WIB di rumahnya.

Dikatakan Sulastri, orang yang mengancam akan membunuhnya adalah FM (27) warga Jalan Kemas Rindo Lorong Bersama Kecamatan Kertapati Palembang.

FM adalah menantu dari Sulastri.

Kejadian itu berawal adanya kesalahpahaman saat Sulastri berada di kediamannya.

Saat itu datang FM untuk mengambil anaknya yang kemudian terjadi salah paham hingga FM mengancam akan membunuhnya.

"FM ini merupakan suami dari anak saya. Kini dalam proses perceraian. Dia datang tiba-tiba ke rumah untuk mengambil anaknya pak tanpa menunggu hasil proses perceraian dan hak asuh pak," katanya.

Dikatakan Sulastri, dari ancamannya itulah membuatnya menjadi resah hingga memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Palembang.

"Ya pak kalau saya sudah lapor ini saya merasa aman pak karena dengan begitu dia akan diproses secara hukum akan tindakan yang dilakukannya itu pak," ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi membenarkan adanya laporan korban atas tindakan ancaman pembunuhan.

"Laporan sudah kita terima dan akan segera kita ditindaklanjuti,sementara untuk pasalnya sediri pelaku terkena pasal 335 KUHP tentang kekerasan maupun ancaman kekerasan," katanya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved