Eksklusif Tribunnews

Buzzer Hoaks Pilpres Bergaji Rp 100 Juta, Ada Donatur Sumbang Dana Rp 2 Miliar

Buzzer media sosial yang marak kerap dianggap sebagai penyebar berita bohong (hoaks) atau berita palsu (fake news), turut meningkatkan polemik

Buzzer Hoaks Pilpres Bergaji Rp 100 Juta, Ada Donatur Sumbang Dana Rp 2 Miliar
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pengguna media sosial mengakses akunnya untuk mencari informasi dan hiburan, Jakarta, Rabu (20/2/2019). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden akan diselenggarakan serentak dua bulan lagi, 17 April mendatang.

Semakin mendekati waktunya, atmosfer politik nasional kian panas.

Buzzer media sosial yang marak kerap dianggap sebagai penyebar berita bohong (hoaks) atau berita palsu (fake news), turut meningkatkan polemik di dunia maya.

 Tahukah anda sebagian buzzer dibayar mencapai ratusan juta rupiah?

Punya Banyak Harta, Warisan 5 Seleb Ini Kabarnya Malah Jadi Rebutan, No 4 Sampai Ditembak Ayah Tiri!

FPTI Sumsel Targetkan Jadi yang Terbaik di Indonesia, Siapkan 14 Climbers Ikuti Pelatda Panjang

Begini Harapan Suami Bidan Desa yang Diperkosa dan Dirampok di Ogan Ilir Kepada Polisi

"Dapat uang masing-masing Rp 100 juta minimal untuk bos-bosnya. Bisa lebih. Mereka proyekan sampai pilpres selesai," ungkap Andi, seorang buzzer profesional yang mendapat order pada pilpres 2019 saat ditemui Tribun Network di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pertengahan Februari 2019.

Para buzzer akan mengelola akun media sosial, lalu membuat konten serta menyebar melalui akun-akun tersebut.

Kata kunci dan hal terpenting bagi buzzer adalah menjalankan tugas sesuai order lalu melaporkan kepada pemesan.

Jumlah akun dan seberapa luas sebaran informasi tidak sedemikian perlu.

Bahkan berita bohong atau benar, bukan persoalan.

"Hoaks atau tidak, mereka tidak peduli, yang penting sudah kerja," ujar Andi.

Halaman
1234
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved