Piala Indonesia

Buta Kekuatan Lawan Asisten Pelatih Madura United Waspadai Motivasi Kedaerahan Personel Sriwijaya FC

Buta Kekuatan Lawan, Asisten Pelatih Madura United Waspadai Motivasi Kedaerahan Personel Sriwijaya FC

SRIPOKU.COM/ANTON
Prediksi Pertandingan Madura United vs Sriwijaya FC, Ajang Bukti Loyalitas Putra Daerah Laskar Wong Kito 

Buta Kekuatan Lawan, Asisten Pelatih Madura United Waspadai Motivasi Kedaerahan Personel Sriwijaya FC

Laporan wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Asisten Pelatih Madura United, Rasiman, tak ingin memandang sebelah mata Sriwijaya FC yang akan menjadi lawannya di babak 16 besar Piala Indonesia 2018 pada Minggu (17/2/2019) dan Kamis (21/2/2019) nanti.

Meskipun mantan asisten pelatih Sriwijaya FC di paruh pertama musim 2018 itu tahu, jika mantan timnya tersebut saat ini diisi mayoritas pemain muda.

Saat dihubungi Sripoku.com, Rasiman mengaku justru tak tahu kekuatan tim lawannya kali ini.

Walaupun ia mengetahui beberapa orang yang saat ini menghuni Sriwijaya FC, namun sisanya semua tak ia kenal, baik karakteristik maupun kemampuannya di lapangan hijau nanti.

“Saya lihat dari skuat yang dibawa ada Hapit dan Rizsky (Rizsky Dwi Ramadhana), Berry Rahmada dan Roby Andika semua saya kenal, semuanya jujur saya ga tau termasuk Hapit.

Jadi mayoritas pemain muda yang akan turun. Secara taktis saya buta kekuatan lawan. Apapun itu, akan menjadi persoalan apabila kita ga tau atau buta kekuatan lawan,” ucapnya, Sabtu (16/2/2019).

Apalagi eks-Asisten Pelatih era Rahmad Darmawan itu juga mengantisipasi sifat pemain Sriwijaya FC yang nantinya akan lebih sengit karena membela tanah kelahirannya.

Hal itu menurutnya bisa menjadi senjata pamungkas untuk menghadapi tim sekuat apapun.

“Sentimen kedaerahan menjadi motivasi yang tinggi. Akan menjadi kelebihan yang ada. Mungkin yang menjadi advantage (nilai tambah) Madura United, kami berpengalaman saja,” terangnya.

Namun tentunya, asisten pelatih dari Dejan Antonic itu bakal menyiapkan jamuan terbaiknya untuk menghadapi tim tersebut.

Ia merasa, tim Sriwijaya FC akan menjadi tim yang akan menyulitkan anak asuhnya karena turnamen bersifat tag-team (gugur) ini justru memacu motivasi tim yang kurang diunggulkan.

“Kita kemarin juga problem waktu lawan Cilegon menyulitkan kita. Kalau tag team, orang pasti akan memiliki motivasi. Dan pasti, setiap tim saya rasa memiliki motivasi lebih seperti yang ada di Sriwijaya FC sekarang,” jelasnya.

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved