Berita OKU Timur

Sungai Macak OKU Timur Meluap, Puluhan Rumah Warga Terendam Berikut Juga Puluhan Hektar Sawah

Warga trauma tahun lalu luapan air terjadi dua kali yakni pada pertengahan tahun dan akhir tahun yang disebabkan oleh luapan sungai Macak.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Puluhan Rumah dan Sawah Terendam Banjir di wilayah Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya aliran Sungai Macak hingga menggenangi pemukiman warga.

Puluhan rumah warga sempat terendam banjir hingga kedalaman 20 Centimeter lebih. Kendati air yang meluap tidak berlangsung hingga berhari-hari.

Namun warga masih khawatir terhadap kondisi tanaman padi mereka.

Puluhan Rumah dan Sawah Terendam Banjir di wilayah Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur.
Puluhan Rumah dan Sawah Terendam Banjir di wilayah Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur. (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

Ketua Bawaslu OKU Timur : Selama Ini Bawaslu Dicecar, Padahal Sebenarnya Itu Tugas Sat Pol PP

BERITA ORANG HILANG : Ijusnahati Pulanglah, Keluarga di Rumah Sangat Khawatir

864 Lulusan Terima Ijazah, Herman Deru : Keberadaan Universitas Terbuka (UT) Palembang Sudah Teruji

"Saat ini air sudah berangsur surut dan warga bisa kembali beraktivitas didalam rumah. Namun warga masih khawatir dengan adanya banjir susulan yang bisa jadi lebih besar dari saat ini," ungkap Mahdi Kades Tamanharjo, Kecamatan Semendawai Suku III Selasa (12/2/2019).

Menurut Mahdi, saat ini warga masih waspada setiap kali akan turun hujan mengingat aliran sungai Macak masih pasang sehingga warga khawatir jika hujan terjadi maka dapat kembali menimbulkan banjir.

Warga trauma tahun lalu luapan air terjadi dua kali yakni pada pertengahan tahun dan akhir tahun yang disebabkan oleh luapan Sungai Macak.

Puluhan Rumah dan Sawah Terendam Banjir di wilayah Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur.
Puluhan Rumah dan Sawah Terendam Banjir di wilayah Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur. (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

Aiptu Erwin Alias Wen Nago, Polisi Menyamar Jadi Ibu-ibu untuk Tangkap Copet di Pasar 16 Ilir

Tim SAR Polairud Polda Sumsel Temukan Jasad Ebit di Perairan Pulau Salah Nama

Bawaslu Sumsel Rekrutmen Pengawas TPS, Berikut Jadwal dan Syaratnya Serta Honor yang akan Diterima

Selama 16 Tahun Menikah, Kakak Kandung Ebit Mengakui Adiknya tak Pernah Cerita Soal Masalah Keluarga

"Tingginya curah hujan menyebabkan aktifitas perekonomian warga terhenti karena luapan air menggenangi rumah, sawah dan perkebunan warga sehingga warga tidak bisa beraktifitas seperti biasanya," katanya.

Menurutnya, banjir yang terjadi setiap tahun penyebabnya adalah meluapnya aliran sungai Macak akibat curah hujan yang lebat dan lama.

Ditambah lagi dengan kiriman air dari hulu sungai yang menyebabkan luapanya semakin tinggi dan menggenangi pemukiman, persawahan dan perkebunan warga.

“Hujan deras hanya satu hari mengguyur kita sudah kebanjiran. Ini karena aliran sungai tidak mengalir dengan lancar.

Sehingga air hujan meluap ke dataran yang lebih rendah dan menggenai perumahan penduduk,” ungkapnya.

Cerita Nur Khalim Guru yang Dilecehkan Siswa di Dalam Kelas, Ternyata Gaji Perbulannya Rp 450 Ribu

Cerita Porter Bandara SMB II Palembang Diterapkannya Bagasi Berbayar, Sehari Cuma Dapat Rp10 Ribu

Berawal dari Sampah, Cewek Asli Palembang Ini Wakili Indonesia ke Hollywood Amerika Serikat

Sementara Camat Semendawai Suku III Junaidi saat melakukan pemantauan ke titik lokasi banjir membenarkan adanya luapan sungai tersebut.

Namun saat ini kata dia, air sudah mulai surut dan warga sudah bisa kembali beraktifitas didalam rumah.

Bahkan dia mengaku sudah menggimbau masyarakat untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi jika luapan air kembali terjadi karena di khawatirkan akan menimbulkan bencana.

Sementara UPT Dinas Pertanian Sulinah mengatakan, terdapat 50 hektar lebih sawah yang terendam banjir, namun belum bisa dikatakan fuso, karena air terus surut.

"Sudah dua hari sawah terendam banjir, kita juga belum tau apakah sawah mengalami fuso atau tidak. Namun kita terus melakukan pemantauan," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved