Terkait Temuan 6 Ribu Ton Beras Rusak di Gudang OKU Timur, Direktur Pengadaan Bulog Angkat Bicara

Badan Logistik Divisi Regional Sumsel dan Babel memastikan bahwa tak semua beras yang tersimpan di Gudang Bulog OKU Timur dalam kondisi turun mutu.

SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Direktur Pengadaan Bulog, Bakhtiar didampingi Kadivre Bulog Sumsel dan Babel, Yusuf Salahuddin saat berada di Gudang Bulog Karya Baru, Jalan Kol H Burlian KM 9 Palembang, Sabtu (9/2/2019) 

"2017 lalu kita dikirim gula dari PTPN 10 sebanyak 250 ton untuk dijual, karena saat itu harga gula dipasaran lebih murah dari gula milik bulog.

Akibatnya  gula tersebut tidak laku dan menumpuk digudang. Namun pihak Bulog OKU  sudah mengajukan untuk ditarik lagi oleh pemerintah pusat. Sedangkan beras yang turun mutu solusinya akan dilelang untuk pakan ternak.

Menanggapi keterangan Kepala Bulog OKU, Yopi mengatakan buntut dari turun mutunya beras sebanyak 6000 ton dikalikan Rp 7.300 (HPP)  harga beli bulog maka  akan keluar nominal sebesar Rp 48 milyar lebih.

“Itu uang yang sangat banyak, disisi lain  masih banyak rakyat  warga yang memang belum mampu yang harus dibantu walau hanya dengan beras," kata Yopi.

Ketua Komisi I DPRD OKU menuding Bulog sudah zolimdengan membiarkan beras membusuk digudang sampai ribuan ton disisi lain banyak rakyat kelaparan.

Sementara itu merebaknya masalah beras turun mutu sebanyak 6000 ton yang tersimpan di gudang Bulog di sejumlah gudang bulog di OKU Timur ini setelah tim Serapan Gabah (Sergab) TNI AD sidak di beberapa waktu lalu, anggota DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) lintas komisi mendatangi Gudang Bulog Sub Divisi Regional (Divre) OKU yang terletak di Terukis Rahayu, Martapura, OKU 4 hari lalu.

Saat masuk ke dalam gudang penyimpanan beras, anggota DPRD OKU kaget bukan kepalang melihat kondisi beras.

"Masya Allah, zolim Bulog ini. Masih banyak masyarakat yang kurang mampu di OKU Raya ini. Sedangkan Bulog membiarkan beras ini membusuk saja di gudang, zolim ini," tandas anggota Komisi I DPRD OKU.

Di dalam gudang tersebut terdapat ribuan ton tumpukan karung beras yang telah usang berdebu dan mengeluarkan aroma busuk yang menyengat, bahkan terdapat banyak ribuan kutu beras yang berterbangan hingga menutupi karung beras. 

Tampak diantara tumpukan karung beras tersebut tertulis beras turun mutu.

Sementara itu, salah seroang kepala Gudang I Bulog Terukis Rahayu, mengatakan, di gudang Bulog Terukis Rahayu ada 3.000 ton beras tahun 2015 dan 200 ton gula tahun 2018.  

Beras ini sendiri waktu pembeliannya dengan mitra bulog FH dan BR seharga seharga Rp, 8000.

"Lebih jelasnya silahkan tanya dengan Kepala Bulog saja, saya hanya bertugas menjaga gudang," katanya.

Mukhsin membenarkan adanya 6000 ton beras busuk, yang terletak di beberapa gudang milik Bulog. "Untuk disini hanya 3000 ton, sisanya ada di gudang Belitang dan gudang lainnya," katanya.

Di gudang Martapura ini, bukan hanya 3000 ton beras saja tertimbun membusuk, anggota DPRD OKU juga menemukan 200 ton gula pasir yang sudah kadaluarsa.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved