Aktifitas Pelabuhan TAA Tetap Normal, BMKG Peringati Potensi Gelombang Tinggi

Aktifitas penyebrangan di Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) ke Pelabuhan Tanjung Kalian Bangka masih berjalan normal seperti biasa.

Aktifitas Pelabuhan TAA Tetap Normal, BMKG Peringati Potensi Gelombang Tinggi
SRIPO/SYAHRUL
Kapal Feri berlabuh dekat Pelabuhan Feri Tanjung Api Api. Pelabuhan Tanjung Api Api ini terletak di Kabupaten Banyuasin. SRIPO/SYAHRUL 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM,  PALEMBANG - Aktifitas penyebrangan di Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) ke  Pelabuhan Tanjung Kalian Bangka masih berjalan normal seperti biasa.

Kendati Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan adanya potensi gelombang tinggi untuk untuk 3-7 hari ke depan. 

Kepala Pelabuhan TAA Zulkarnain melalui Kepala Tata Usaha Pelabuhan TAA,  Gunawan mengatakan hingga saat ini persiapan yang mereka lakukan masih seperti biasa dan untuk gelombang laut di Selat Bangka pun masih masuk dalam kategori normal. 

"Kesiapan masih seperti biasa, untuk tinggi gelombang nya normal. Masih bisa dilalui dengan aman oleh kapal feri," ujarnya,  Jumat (8/2/2019).

Perairan Selat Bangka Berpotensi Terkena Gelombang Tinggi, Berikut Penjelasan BMKG

Sriwijaya FC Ketemu Tim Lawan Cukup Berat, Dua Legenda Laskar Wong Kito Ini Diminta Segera Bergabung

Warga di Kelurahan 15 Ulu dan Tuan Kentan Seberang Ulu Keluhkan Jalan Rusak dan Tergenang Banjir

Banjir Genangi Ruas Jalan Letnan Simanjuntak Pahlawan, Arus Kendaraan Lalu Lintas Terganggu

Meski BMKG telah mengeluarkan pernyaataan bahwa gelombang laut sedang tinggi hampir di seluruh perairan Indonesia, namun Gunawan mengaku Pelabuhan TAA belum mendapatkan imbauan dan tetap diizinkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)  
untuk tetap berlayar. 

Selain itu, aktifitas penyebrangan pun tetap berjalan normal seperti biasa. 

Dalam sehari ada sekitar enam trip dari jumlah delapan kapal yang melayani penyebrangan dari Pelabuhan TAA ke Pelabuhan Tanjung Kalian dan sebaliknya. 

"Biasanya kalau cuaca buruk KSOP keluarkan imbauan dilarang berlayar, untuk sekarang masih aman-aman saja. Jumlah penumpang pun stabil Kisaran 300 orang perharinya," ungkap Gunawan. 

Aiptu Erwin Alias Wen Nago, Polisi Menyamar Jadi Ibu-ibu untuk Tangkap Copet di Pasar 16 Ilir

BREAKING NEWS : 6 Ribu Ton Beras Ditemukan Membusuk di Gudang Bulog OKU Timur

Petani di Ogan Ilir Ini Kepergok Simpan Narkoba Sabu-sabu Seharga Rp26 Juta, Berikut Kronologisnya

Seperti diketahui, sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau adanya potensi gelombang tinggi untuk tiga hari kedepan di beberapa wilayah Indonesia termasuk perairan di Sumatera. 

Kondisi ini diakibatkan pola sirkulasi massa udara di Samudra Hindia barat Aceh. Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah Utara ke Timur Laut kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia dari arah Barat ke Utara kecepatan angin berkisar 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan selatan Kepulauan Aru, Perairan Yos Sudarso, Perairan Merauke, dan Laut Arafuru.

Kasi Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang,  Bambang Beny mengatakan perairan Selat Bangka dan Karimata berpotensi terkena gelombang tinggi.

Tinggi gelombang diprediksi sedang, yakni 1,25 sampai 2,5 meter. Fenomena ini berpotensi terjadi di beberapa daerah Sumatera sampai Papua dan hampir seluruh wilayah Indonesia berpotensi. 

"Tidak perlu dikhawatirkan, karena memang gelombang di Bangka n Karimata masih termasuk dalam kategori normal," ujarnya. 

====

Tonton Video Terbaru di Youtube SripokuTV! Dont Forget Like, Comment, Subscribe and Share!
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved