Berita OKI

Ajaran Tarekat Naqsabandiyah di OKI Dipermasalahkan, Begini Tanggapan Ketua MUI OKI

Pengajian Tarekat Naqsabandiyah yang berada di wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi pembahasan

Ajaran Tarekat Naqsabandiyah di OKI Dipermasalahkan, Begini Tanggapan Ketua MUI OKI
ist
Ilustrasi

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) OKI, H Husin SPd MM mengungkapkan, adanya pertemuan keagamaan ini, adanya persoalan yang belum dipahami. Maka itu, kita bahas bersama dan kini belum ada keputusan, karena masih akan dikaji terlebih dahulu oleh MUI dan Kemenag.

“Kalau sudah selesai, clear bisa dilakukan penjelasan terhadap perguruan tersebut secara terbuka kepada masyarakat Jejawi,” kata Husin yang menyebutkan ada pengajian di Kecamatan Jejawi yang belum dipahami oleh lingkungan masyarakat. Sehingga ada pro dan kontra.

Terapi Lintah Ternyata Ampuh Sembuhkan Diabetes Hingga Mengurangi Risiko Amputasi, Ini Caranya

Penggunaan GPS Resmi Dilarang, Penjelasan Nasib Pengemudi Yang Mengandalkan Pada Aplikasi Ini

Pertama di Sumbagsel, Mendikbud Dorong Realisasi SMK Kelapa Sawit di Muba

Sebagai  masukan perlu pendalaman setelah ini,  untuk MUI menjadwalkan sendiri agar kesimpulan tidak keliru dan  yang akan difatwakan tidak akan bertentangan dengan perlakuan yang berlaku. “Nanti MUI menjadwalkan pertemuan terkait persoalan di Jejawi terkait pengajian di wilayah Kecamatan Jejawi,” tuturnya.

Ketua Perguruan Pengajian Tarekat Naqsabandiyah  Kecamatan Jejawi, M Yani menjelaskan, meski akan dilakukan pengkajian oleh MUI dan Kemenag pihaknya akan tetap melakukan pengajian tersebut dan siap jika diminta pengajian di masjid.

“Kami siap, memang ini yang kami harapkan selama ini, jangan sampai ada yang berpikir yang bukan-bukan” ungkapnya.

Pertama di Sumbagsel, Mendikbud Dorong Realisasi SMK Kelapa Sawit di Muba

 

Saat ini disebutan Yani, ada 300 jemaah yang tergabung dalam pengajian tersebut, semua yang dilakukan tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Seperti tidur ditutup kain itu memang sunah nabi, kemudian bepergian ke Bengkulu pada bulan puasa itu shuluk.

Pengajian ini memang untuk mengajak para jemaah untuk meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dirinya memiliki izin dari semua pihak dalam melakukan kegiatan pengajian tersebut.

====

Tonton Video Terbaru di Youtube SripokuTV! Dont Forget Like, Comment, Subscribe and Share!
Penulis: Mat Bodok
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved