Perairan Selat Bangka Berpotensi Terkena Gelombang Tinggi, Berikut Penjelasan BMKG

BMKG menghimbau adanya potensi gelombang tinggi untuk tiga hari kedepan di beberapa wilayah Indonesia termasuk perairan di Sumatera.

Perairan Selat Bangka Berpotensi Terkena Gelombang Tinggi, Berikut Penjelasan BMKG
SRIPO/SYAHRUL
Kapal Feri berlabuh dekat Pelabuhan Feri Tanjung Api Api. Pelabuhan Tanjung Api Api ini terletak di Kabupaten Banyuasin. Gambar diambil beberapa waktu lalu. SRIPO/SYAHRUL 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau adanya potensi gelombang tinggi untuk tiga hari kedepan di beberapa wilayah Indonesia termasuk perairan di Sumatera. 

Kondisi ini diakibatkan pola sirkulasi massa udara di Samudra Hindia barat Aceh.

Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah Utara ke Timur Laut kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia dari arah Barat ke Utara kecepatan angin berkisar 4-25 knot.

Terminal Lubuk Lancang Terbengkalai, PAD Kabupaten Banyuasin Berkurang

Air PDAM Sering tak Mengalir Hampir Satu Bulan Lamanya, Sebagian Warga Pagaralam Merasa Resah

Sumsel Terget 900 Ribu Pekerja Dicover BPJS Ketenagakerjaan, HD Nominator Anugerah Paritrana Award

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan selatan Kepulauan Aru, Perairan Yos Sudarso, Perairan Merauke, dan Laut Arafuru.

Kasi Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang,  Bambang Beny mengatakan perairan Selat Bangka dan Karimata berpotensi terkena gelombang tinggi.

Tinggi gelombang diprediksi sedang, yakni 1,25 sampai 2,5 meter. Fenomena ini berpotensi terjadi di beberapa daerah Sumatera sampai Papua dan hampir seluruh wilayah Indonesia berpotensi. 

"Tidak perlu dikhawatirkan, karena memang gelombang di Bangka n Karimata masih termasuk dalam kategori normal," ujarnya, Kamis (7/2/2019).

BREAKING NEWS : Lowongan CPNS 2019 Belum Pasti Dibuka, Berikut Penjelasan BKN

Aiptu Erwin Alias Wen Nago, Polisi Menyamar Jadi Ibu-ibu untuk Tangkap Copet di Pasar 16 Ilir

Lantik Puluhan Pejabat, Kholid Minta Pejabat untuk Mencontoh Kinerja Kades di Kecamatan Cempaka

Ia menjelaskan, sesuai rilis dari BMKG pusat kawasan di Sumatera yang perlu waspada dalah Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep. Natuna, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, dan Samudera Hindia Barat Sumatera.

Kendati demikian,  ia tetap menyarankan kepada masyarakat yang hendak berpergian melalui jalur laut di Selat Bangka dan Karimata agar tetap waspada adanya cuaca ekstrim. 

Hutan Bakau di Pantai Timur OKI yang Disenangi Kepiting Bakau Perlu Pelestarian, Berikut Faktornya

Petani di Ogan Ilir Ini Kepergok Simpan Narkoba Sabu-sabu Seharga Rp26 Juta, Berikut Kronologisnya

Kepergok Pemilik Rumah, Pencuri di Musirawas Kabur ke Gang Buntu Lalu Babak Belur Dihajar Massa

"Hanya saja masyarakat memang harus mewaspadai cuaca ekstrim yg berpotensi terjadi Selat Bangka dan Karimata," tegas Bambang. 

Ia menambahkan,  potensi terjadinya gelombang tinggi akibat cuaca ekstrim yang meliputi hampir sebagian wilayah di Indonesia bakal berlangsung antara 3-7 ke depan. 

"Gelombang tinggi ini masih potensi bum tentu terjadi. Biasanya gelombang tinggi terjadi antara sore menjelang malam hari," katanya.

===

Tonton Video Terbaru di Youtube SripokuTV! Dont Forget Like, Comment, Subscribe and Share!
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved