Berita Palembang

Pengemis Datang Lebih Awal Harapkan Angpao dari Jemaat Vihara. Rezeki di Tahun Baru Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Kwan Tek Kong di Jalan KH Wahidin kawasan Talang Semut Palembang berlangsung khusyuk dan khidmat.

SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Para pengemis menunggu angpao dari jemaat Vihara Kwan Tek Kong, di Jalan Dr Wahidin Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Selasa (5/2/2019). 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Kwan Tek Kong di Jalan KH Wahidin kawasan Talang Semut Palembang berlangsung khusyuk dan khidmat, Selasa (5/2/2019).

Pantauan Sripoku.com para jemaat yang didominasi warga Tionghoa memenuhi Vihara tersebut yang berdatangan sejak pagi hari.

Berbeda dengan suasana di dalam Vihara yang jemaat tampak khusyuk, di pintu gerbang seberang vihara tampak puluhan orang pengemis berkumpul.

Didominasi para Ibu-ibu serta anak-anak. Mereka sudah berdatangan sejak pagi untuk menunggu angpao dari jemaat yang sembahyang di Vihara.

Para pengemis hanya duduk berkumpul sambil mengamati sekiranya ada jemaat yang menghampiri mereka.

Mirna (51) salah seorang yang mengharapkan Rejeki dari para jemaat yang beribadah mengatakan, bahwa dirinya sudah sejak 4 tahun belakangan melakukan hal seperti demikian.

Selesai Beraksi Jambret di Jakabaring, Pria Ini Nongkrong di Plaju. Namun Ini Terjadi Selanjutnya

SEDANG BERLANGSUNG, Home United vs Persija Jakarta, Ini Link Live Streamingnya

Tak Banyak yang Tahu, Anak Sule Pacari Aktor Tampan Ini, Sang Pacar Intens Bagikan Momen Romantis

Warga Kertapati ini rela naik angkutan kota untuk sampai ke vihara ini.

"Saya memang setiap tahun ke sini. Biasanya orangnya penuh dan kami nungguin angpao. Sekarang agak sedikit sepi, kami gak pernah dapat Angpao, padahal sudah datang dan menunggu sejak pukul 06.00 pagi tadi," ungkapnya dibincangi Sripoku.com, Selasa.

Selama 4 tahun terakhir, Mirna mengaku hanya sesekali mendapatkan angpao dari jemaat vihara.

"Saya paling sering, sehari itu bisa dapat Rp 70 ribu - Rp 80 ribu setiap tahun. Untuk hati ini belum tahu sampai kapan nunggunya paling nanti nunggu sampai sore kalo nggak dapat, ya pulang," katanya.

Senada, Dewi (32) warga Jakabaring mengaku sudah dua tahun terakhir menunggu angpao di depan Vihara Kwan Tek Kong saat Hari Raya Imlek.

Ia rela naik angkot 2 kali untuk sampai kesini dan selalu mendapatkan angpao dari jemaat vihara.

Meski demikian, kata dia, terkadang Angao juga didapat secara rebutan saat bagi-bagi uang koin.

"Baru dua tahun disini, kami juga belum tahu dapat berapa karena belum ada yang ngasih Angpao. Namanya juga ngarap rejeki dari orang jadi agak susah," ujarnya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved