Berita Palembang

Beri Pengemis Sumbangan, Sanksinya Pilih Didenda Rp50 Juta atau Dipenjara Selama Tiga Bulan

Pemerintah Kota Palembang bakal memberikan denda sebesar Rp 50 juta atau kurungan selama tiga bulan penjara

Beri Pengemis Sumbangan, Sanksinya Pilih Didenda Rp50 Juta atau Dipenjara Selama Tiga Bulan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang bakal memberikan denda sebesar Rp 50 juta atau kurungan selama tiga bulan penjara kepada masyarakat yang memberikan uang ataupun santunan kepada pengemis.

Hal tersebut tidak terlepas dari viralnya, seorang pengemis bernama Legiman yang merupakan pengemis kaya asal Kabupaten Pati yang memiliki saldo tabungan mencapai Rp 1 M yang tertangkap beberapa waktu lalu.

Di sejumlah kota besar, profesi pengemis kini dapat dijadikan ladang bisnis tak terkecuali di kota Palembang.

Mereka yang memilih menjadi pengemis bukan lagi karena kesulitan ekonomi, melainkan cara mereka untuk meraup pundi-pundi rupiah dengan mudah.

Gelandang Sriwijaya FC Ini Digoda Manajemen Persiba Balikpapan, Berikut Komentarnya

Terkena Hipotermia Mahasiswa FH UMP Meninggal Dunia Saat Mendaki di Gunung Dempo Pagaralam

Citilink Indonesia Tunda Pemberlakuan Bagasi Berbayar, Tunggu Evaluasi dari Kementerian Perhubungan

Munculnya fenomena itulah yang melandasi Kota Palembang membuat payung hukum khusus guna menekan keberadaan pengemis datang ke kota pempek.

Caranya melalui Peraturan Daerah (Perda) No. 12 tahun 2013 tentang anak jalanan, pengemis, gelandangan dan orang gila.

"Di dalam perda itu juga diatur soal sanksi bagi pemberi sumbangan kepada pengemis berupa kurungan selama tiga bulan atau denda sebesar Rp 50 juta," ujar Sekretaris Dinas Sosial Kota Palembang, Iksan Tosni, Selasa (5/2/2019).

Ia mengatakan, bahwa perda tersebut dibuat tidak hanya mengatur masalah penjangkauan golongan pengemis saja, tetapi juga mengatur setiap orang yang memberi sumbangan kepada pengemis.

Kendati demikian, untuk menerapkan perda tersebut pihaknya masih mengedepankan cara-cara persuasif dan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih baik menyampaikan sedekah ke tempat-tempat resmi.

Beredar Foto Brankas Mesin ATM Dibobol Pakai Mesin Las, Diduga Lokasi di Tanjung Lago Banyuasin

Della Perez Dipanggil Polisi, Sang Ibu Mengaku Malu dan Ruben Onsu Dibuat Sangat Kecewa

Sekda Pemkot Pagaralam Wanit-wanti OPD Dalam Gunakan Anggaran

"Contohnya seperti panti asuhan, yayasan, dan sebagainya. Perda ini berkontribusi menurunkan jumlah pengemis di Kota Palembang. Jika pada sebelumnya ada 400 orang per tahun, pada tahun lalu hanya berkisar 200 orang," ungkap Iksan.

Menurutnya, pengemis saat ini memang sudah dijadikan ladang bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan semata dengan memanfaatkan rasa iba orang lain.

Cara Cek Keberangkatan Haji Menurut Nomor Porsi Haji Serta Daftar Melalui Situs Kemenag di Indonesia

Ruben Onsu hingga Lucinta Luna, Begini Deretan Gaya Seleb Tanah Air Rayakan Imlek Tahun Babi Emas

Jarang Diketahui 7 Nama Asli Penyanyi Tanah Air Ini Ternyata Terdengar Kampungan, Ada yang Sok Bule!

Bahkan, sudah terorganisir dan memiliki jaringan tersendiri.

Menyikapi hal itu, pemerintah daerah bakal menyiapkan rumah penampungan sementara yang ditujukan untuk memberikan pendidikan serta keterampilan kepada pengemis dan gelandangan yang terjaring oleh tim penjangkauan.

"Dengan adanya rumah penampungan ini kita harapkan mereka tidak akan mengulangi lagi, apalagi mereka juga nantinya akan mendapatkan bekal skil untuk mencari pekerjaan," jelasnya.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved