Batu Akik Blue Chalcedony Baturaja Paling Diburu, Jadi Primadona Indonesia Hingga Dunia 

Demam batu akik memang telah sedikit berkurang di Indonesia termasuk Sumsel

Batu Akik Blue Chalcedony Baturaja Paling Diburu, Jadi Primadona Indonesia Hingga Dunia 
Sripoku.com/odi aria
Para peserta tengah menilai batu akik Blue Chalcedony di Kejuaraan Permata Sriwidjaya di Unsilent Cafe Palembang, Sabtu (2/2). 

SRIPOKU.COM PALEMBANG-- Demam batu akik memang telah sedikit berkurang di Indonesia termasuk Sumsel, akan tetapi permata tersebut ternyata masih memiliki tempat tersendiri dihati para pencintanya.

Bahkan yang membanggakan, batu asal Sumsel Blue Chalcedony kini menjadi primadona tanah air hingga internasional. Tak sedikit para kolektor dunia rela merogoh kocek dalam untuk mendapatkan batu akik asli Baturaja tersebut.

Ketua pelaksana Kejuaraan Permata Sriwidjaya, Badarudin Yusuf mengatakan batu akik yang paling dicari saat ini adalah jenis blue chalcedony seperti mizon, spritus dan biru langit. Untuk harga tertinggi di kontes, batu akik chalcedony dihargai sampai Rp 500 juta.

Pemkot Pagaralam Belum Pastikan Rekrutmen PPPK, Ternyata Ini Alasannya

Marlin Masih Menjalani Pemeriksaan di Jatanras Polda Sumsel, Pelaku Pembunuhan Anggota TNI AD

Tak Lagi Jabat Manajer Sriwijaya FC, Berikut Pengakuan Ucok Hidayat

"Kalau dulu bacan, nah sekarang yang paling dicari itu adalah Blue Chalcedony asli Sumsel. Penggemarnya pun bukan hanya di Indonesia, tetapi juga mendunia," ujarnya disela acara Kejuaraan Permata Sriwidjaya di Unsilent Cafe Palembang, Sabtu (2/2/2019).

Ia menjelaskan, yang membuat batu blue chalcedony paling diburu lantaran batu akik itu memang susah dicari dan jumlahnya di alam sangat terbatas. Jikapun penambang mendapatkan batu, banyak sekali yang tidak sempurna sehingga sulit sekali mendapatkan batu dengan warna biru sempurna.

" Seperti bacan kan muda dicari walaupun mahal. Nah, kalah batu biru kita ini jarang orang mau jual. Karena memang sulit sekali mendapatkannya dengan warna biru mengkilat sempurna tanpa cacatnya," jelas Badarudin.

Jalan Kemas Rindo Kertapati Dijanjkan akan Diperbaiki, Anggaran Dana Rp 1 Miliar Sudah Disetujui

Ojol Ini Nyaris Jadi Korban Aksi Begal di Tanggo Buntung, Tiba-tiba Kepala Dipukul Kayu Balok

Sekolah Alam Palembang Terapkan Sistem Full Day, Berikut Keunggulannya

Badarudin menambahkan, para penggemar batu akik sebenarnya bukan menghilang, akan tetapi pencintanya masih tetap eksis namun dengan pangsa pasarnya tersendiri. Dengan demikian batu akik sendiri menjadi lebih berkualitas.

"Dulukan orang demam saja, kalau sekarang benar-benar pencinta sejati. Harganya pun sekarang Rp 5 juta jika ingin batu berkualitas. Kalau kelas kontes sampai puluhan juta," terangnya. 

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved