Berita Palembang

BUMD Milik Pemkot Palembang Ini Terancam Pailit, Diklaim Pihak Ketiga tak Mampu Bayar Rp 4,4 Miliar

PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) terancam pailit.harus membayar kerugian yang dialami PT Tradeways Internasional sebesar Rp 4,4 milyar.

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Fasilitas Olahraga di Taman Kambang Iwak Palembang nampak kusam dan tak terawat dengan baik. Foto diambil beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU. COM,  PALEMBANG  - PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J)  terancam pailit.

Sebab perusahaan BUMD milik Pemkot Palembang ini harus membayar kerugian yang dialami PT Tradeways Internasional sebesar Rp 4,4 milyar. 

Besaran uang yang harus dibayarakan oleh SP2J kepada Tradeways Internasional berdasarkan keputusan pengadilan nomor 20/144/Pdt. G/2012/Eks/2016/PN Plg dan keputusan MA nomor 71/PDT/2013/PT PLG.

Untuk menagih kerugian tersebut PT Tradeways Internasional sudah membuat laporan resmi ke Polda Sumsel nomor STTLP/983/XII/2018/SPKT atau dugaan penipuan dan pengelapan. 

Pemkab Empatlawang Belum ada Keseimpulan Rekrut PPPK, Berikut Penjelasan Kepala BKPSDM Empatlawang

Pria di Kertapati Ini Bunuh Tetangga yang Telah Mempekosa Istrinya, Berikut Adegan Rekontruksinya

Sumsel Belum Miliki Alat Peringatan Dini Longsor, Berikut Sejumlah Daerah yang Rawan Longsor

Selain itu,  untuk pailitkan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan jargas ini juga akan dilaporkan pengadilan niaga di Jakarta. 

Kuasa Hukum PT Tradeways Internasional Budi Satriawan SH mengatakan,  kerugian yang dialami kliennya  terjadi pada 2011 lalu dimana PT SP2J memutus kontrak pengerjaan Kambang Iwak secara sepihak yang dikerjakan oleh PT Tradeways Internasional.

"Dimana kline kami baru bekerja sekitar 30 persen tanpa ada sebab diputus kontrak secara sepihak, " kata Budi,  Rabu (30/1/2019) saat dihubungi.

Menurut Budi,  pengerjaan proyek pada 2011 lalu kilennya ditunjuk langsung oleh SP2J untuk melakukan pengerjaan Kambang Iwak meliputi pembangunan kios, lantai lokasi dan beberapa bagian lainnya di pusat rekreasi keluarga tersebut. 

Polwan Ini Pernah Diancam Samurai Saat Grebek Bandar Narkoba, Cerita Iptu Merry Agustina

Wisata Sejarah ke Monpera Palembang, Tambah Pengetahuan dan Bisa Foto Sejajar dengan Jembatan Ampera

Jalan Desa Rusak Bak Kubangan, Babinsa TNI Satu Ini Turun Tangan Bantu Warga

Namun setelah barang barang dan alat berat sudah di lokasi dan para pekerja mengerjakan proyek tersebut namun mendapatkan pemutusan kontrak. 

Sehingga pihaknya harus cabut dan meninggalkan pengerjaan proyek.

Akan tetapi karena kebutuhan barang barang sudah dibeli pihaknya harus membayar barang barang tersebut termasuk sewa alat berat. 

"Kerjaan tak selesai kontrak diputus dan kami harus bayar barang barang yang sudah kami beli," kata dia. 

Sehingga pihaknya melakukan upaya hukum dengan melakukan pengugatan dan dari tingakat pengadilan kota sampai ke MA pihaknya memenangkan perkara. 

Cerita Seniman Eden Arifin, Pemenang Sayembara Melukis Wajah Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II

Cerita Kapolsek Saat Patroli Bertemu Petani Jadi Guru Ngaji Sukarela, Lalu Hal Ini yang Dilakukannya

Ombudsman Panggil Dishub Palembang, Diduga Maladministrasi Terkait Larangan Parkir Jalan Sudirman

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved