Berita Palembang

Polwan Ini Pernah Diancam Samurai Saat Grebek Bandar Narkoba, Cerita Iptu Merry Agustina

Iptu Merry Agustina Pernah Diancam Samurai Saat Gerebek Bandar Narkoba, Inginkan Polri Tetap Jaya

Polwan Ini Pernah Diancam Samurai Saat Grebek Bandar Narkoba, Cerita Iptu Merry Agustina
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Kanit Regiden Satlantas Polresta Palembang, Iptu Merry Agustina 

Iptu Merry Agustina Pernah Diancam Samurai Saat Gerebek Bandar Narkoba, Inginkan Polri Tetap Jaya

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kagum melihat sosok sang kakek yang merupakan perwira dan purnawirawan Polri, membuat wanita bernama lengkap Merry Agustina ingin menjadi seorang polisi sejak menginjak bangku Sekolah Dasar.

Keinginan inipun mendapat dukungan dari keluarga dan akhirnya memutuskan masuk sekolah akademi kepolisian pada Tahun 1999 angkatan leting 22.

Siswi Ini Laporkan Teman Satu Sekolahnya ke Polresta Palembang, Awalnya Diminta ke Dukun Santet

Mobil SIM Keliling Dihentikan Sementara, Ini Tarif dan Syarat Pembuatan SIM di Polresta Palembang

Wisata Sejarah ke Monpera Palembang, Tambah Pengetahuan dan Bisa Foto Sejajar dengan Jembatan Ampera

Meski demikian, Kata wanita yang sekarang berpangkat Iptu ini dirinya sempat tidak lulus saat pertama kali tes polisi dan akhirnya lulus saat mengikuti seleksi yang kedua kalinya.

Iptu Merry Agustina wanita kelahiran Palembang 23 Agustus 1978 ini pun mengaku saat menjalani tugas sebagai perwira polri dirinya sempat mendapat ancaman dari warga lantaran salah satu keluarganya tidak mau kalau ditangkap.

"Saat penggerebekan Bandar Narkoba di wilayah Ketapati Palembang, kami bersama tim sudah menangkap tersangka (Tsk)." jelas Iptu Merry Kanit Regident Polresta Palembang.

Cerita Kapolsek Saat Patroli Bertemu Petani Jadi Guru Ngaji Sukarela, Lalu Hal Ini yang Dilakukannya

Gelandang Asli Wong Gandus Ini Buktikan Tetap Setia Berseragam Sriwijaya FC

Kiper Ini Komitmen Tetap Setia Menjaga Gawang Sriwijaya FC, Tenyata Ini Alasannya untuk Bertahan

"Karena kondisi disana jalan setapak kami menggunakan motor dan rombongan sudah membawa Tsk, namun motor saya dibelakang dan saat akan menyusul saya diancama keluarga Tsk menggunakan Samurai karena tidak terima keluarganya ditangkap.

Hal ini yang sulit saya lupakan saat berdinas sebagai penyidik reskrim," lanjut Iptu Merry ibu dari 3 anak ini kepada Sripoku.com, Selasa (29/1/2019).

Iptu Merry anak kedua dari lima bersaudara ini berkata, selain mengalami duka menjadi seorang polisi, banyak hal yang suka dirasakan, misalnya tetap melayani masyarakat dengan senang hati.

Kapolda Sumsel Ajak Wagub Mawardi Blender Sabu Campur Ekstasi, 75 Jiwa Selamat dari Bahaya Narkoba

Pangdam II Sriwijaya Sertijab 11 Perwira TNI di Kodam II Sriwijaya, Berikut Nama-Nama dan Jabatannya

Kisah KBO Satlantas Polres Lahat, Octalya Harus Memilih Sebelum Jadi Polwan

Selain itu, kata dia sebagai seorang ibu, dirinya kerap kesulitan membagi waktu dengan keluarga dengan bertugas di kepolisian. Namun demikian, apabila mendapat waktu libur langsung dimanfaatkan menghabiskan waktu dengan anak-anak.

"Awalnya pengen mengarahkan anak ikut tes polisi, namun sekarang kita menyerahkan pilihan kepada mereka sendiri karena sebagai orang tua mengikuti keinginan anak asalkan positif demi masa depan dan kita fasilitasi," jelas dia.

Ia berkeinginan kedepannya, Institusi polri tetap dipercaya dan selalu menjadi pengayom masyarakat.

Riwayat Karir kepolisian

  • Narkoba Polda 2000-2012
  • KBO Lantas 2013-2015
  • Kanit Narkoba Polresta Palembang 2016-2017
  • Wakapolsek IT I Tahun 2017-2018
  • Kanit Lantas Polresta Palembang 2018
  • Kanit Regident Polresta Palembang 2019

===

Tonton Video Terbaru di Youtube SripokuTV!
Dont Forget Like, Comment, Subscribe and Share!
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved