Pembunuhan Wanita Dibakar di Springbed

Bantah Inah Antimurti Terlilit Utang, Keluarga Minta Para Pemerkosa dan Pembakar Inah Dihukum Mati

Bantah Inah Antimurti Terlilit Utang, Keluarga Minta Para Pemerkosa dan Pembakar Inah Dihukum Mati

Bantah Inah Antimurti Terlilit Utang, Keluarga Minta Para Pemerkosa dan Pembakar Inah Dihukum Mati
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Empat tersangka kasus pembunuhan sadis dengan membakar korban Ina Antimurti. Empat pelaku ditangkap Tim gabungan Satreskrim Polres Ogan Ilir, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dan Unit Reskrim, serta Polsek Gelumbang 

Bantah Inah Antimurti Terlilit Utang, Keluarga Minta Para Pemerkosa dan Pembakar Inah Dihukum Mati

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pihak keluarga almarhumah Inah Antimurti membantah bahwa korban Inah diduga terlilit utang seperti yang disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

"Tidak mungkin adik kami (almarhumah Inah Antimurti) terlilit utang," ujar Sasi Karani, kakak kandung korban saat dijumpai Sripoku.com di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (23/1/2019).

Menurut Sasi Karani, korban semenjak bercerai dengan suaminya setahun lalu tinggal di kediaman orang tua dengan bekerja sebagai penyadap karet.

Ini Sosok Inah Antimurti, Ibu Muda yang Dibakar di Spring Bed di Indralaya, Terungkap Profesinya

Korban Inah Antimurti Diperkosa Lalu Dibunuh dan Dibakar, Ternyata Ini yang Menjadi Motif Pembunuhan

Kejam! Setelah Diperkosa Inah Antimurti Dibakar di Spring Bed, Begini Kronologi Lengkapnya

"Jadi kecil kemungkinan kalau ada utang. Kami berharap semua pelaku dihukum mati," jelasnya.

Jaka Saputra keluarga korban lainnya menambahkan bahwa pihak keluarga menduga bahwa pelaku yang sekarang DPO AS merupakan pacar Asri dan pembunuhannya sudah direncanakan.

"AS ini adalah pacar korban. Kami mengetahui itu karena sejak hari Kamis dia (AS) sering menghubungi Inah. Namun almarhumah sibuk lantaran mau mengurus KK sebelum ditemukan meninggal pada hari Minggu," ungkap Jaka.

Inah Antimurti yang merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara perempuan ini diduga dibunuh terlebih dahulu sebelum dibakar dan diikat dengan kasur di rumah kontrakan AS di Desa Talang-taling Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim.

"AS ini kami mendapat cerita dari kerabat merupakan bandar sabu di tempat tinggalnya. Jadi sebelum mereka membakar jenazah untuk menghilangkan jejak terlebih dahulu memperkosa korban," jelas Jaka.

"Kami harap pelaku dihukum seberat-beratnya bahkan sampai hukuman mati," jelasnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved