Pedagang Komplek Jakabaring Sport City Geruduk Pemprov Sumsel, Minta Pengelola PT JSC Dipecat

Kedatangan pedagang ini guna menuntut pengelola JSC Palembang dipecat karena dinilai tidak memperhatikan nasib pedagang kecil.

Pedagang Komplek Jakabaring Sport City Geruduk Pemprov Sumsel, Minta Pengelola PT JSC Dipecat
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Ratusan pedagang JSC yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang Jakabaring Sport City (FKJSC) saat berorasi didepan Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (16/1/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ratusan pedagang di Komplek Jakabaring Sport City (JSC) menggeruduk atau menyambangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan atau Pemprov Sumsel, Rabu (16/1/2019).

Kedatangan pedagang ini guna menuntut pengelola komplek olahraga tersebut dipecat karena dinilai tidak memperhatikan nasib pedagang kecil.

Sekitar 200 massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang Jakabaring Sport City (FKJSC) ini mendatangi Kantor Gubernur Sumsel sekira pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya massa aksi juga berorasi di kantor pengelola PT JSC.

"Ke kantor gubernur ini kami menggelar aksi damai untuk menyuarakan beberapa tuntutan, mulai dari permasalahan parkir otomatis yang dikeluhkan pedagang, adanya mobil waralaba dan pelanggaran beberapa pihak yang didiamkan pengelola," kata pembina FKJSC Syaiful Toni.

Pemukiman Rumah Warga di Pinggiran Sungai Aur Dikepung Banjir, Genangan Air Capai Satu Meter

Jalan Kebun Jati Martapura Rusak Parah, Warga Mengeluh dan Membahayakan Pengendara yang Melintas

Gula Puan, Gula Bangsawan dari Pampangan yang Mulai Langka. Berikut Bahan dan Cara Pembuatannya

Menurutnya, pengelola PT JSC tidak memperhatikan nasib pedagang kecil dengan pemberlakuan tiket masuk otomatis.

Pedagang terpaksa membayar setiap kali keluar-masuk, disaat yang sama pengunjung JSC semakin sepi, hal tersebut sangat merugikan pedagang.

Selain itu, pedagang merasa dibohongi saat PT JSC mengizinkan mobil waralaba (alfamart) masuk ke area JSC dan mengambil lapak pedagang.

Adanya mobil tersebut dianggap mengurangi pendapatan para pedagang dan meresahkan pihaknya.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved