Berita Pagaralam

Walikota Alpian Maskoni Batalkan Relokasi Pedagang Pasar Nendagung Pagaralam, Ternyata Ini Alasannya

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan, pihaknya sengaja membatalkan rencana relokasi pedang yang ada diluar gedung Pasar Nendagung untuk masuk

Walikota Alpian Maskoni Batalkan Relokasi Pedagang Pasar Nendagung Pagaralam, Ternyata Ini Alasannya
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak sejumlah PKL Pasar Nendagung yang masih Bertahan berjualan di luar Gedung Pasar Nendagung Pagaralam, Senin (14/1/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Terkait rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam akan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di luar Pasar Nendagung untuk dialihkan ke dalam Gedung Pasar Nendaggung per tanggal 14 Januari 2019 akhirnya dibatalkan oleh Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni.

Hal ini disebabkan beberapa alasan setelah Walikota meninjau langsung lokasi Gedung Pasar Nendagung, Sabtu (12/1/2019) kemarin.

Saat mengunjungi pasar wako juga sempat berdialog dengan sejumlah pedagang dan dari beberapa masukan pedagang wako langsung melakukan pembatalan relokasi tersebut.

Giat Cipta Kondisi Polda Sumsel Sisir Lokasi Peredaran Miras, Dua Warga Kepergok Sedang Mabuk

Kota Lahat Kembali Raih Penghargaan Piala Adipura, Kategori Kota Sedang Terbersih se Indonesia

Terima Anugerah dari Wapres RI dan Menteri LHK, DPRD Sumsel Komitmen Dukung Program Lingkungan Hidup

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan, pihaknya sengaja membatalkan rencana relokasi pedang yang ada diluar gedung Pasar Nendagung untuk masuk kedalam gedung.

Hal ini disebabkan fasilitas yang ada masih belum lengkap.

"Saya yang membatalkan langsung. Pasalnya fasilitas yang ada banyak rusak seperti aliran air ke kran dilapak pedagang. Mushola yang masih bocor," ujarnya.

Selian itu Wako meminta pihak Disperindagkop untuk melakukan pendataan ulang pedagang yang ada.

Pasalnya data yang diserahkan kepadanya saat ini masih data pada tahun 2015 lalu.

"Saya minta dilakukan pendataan ulang, agar tahu apakah jumlah pedagang yang ada bisa tertampung semua didalam gedung. Selian itu data yang ada saat ini merupakan data tahun 2015 lalu. Hal ini dikhawatirkan ada hal yang tidak kita inginkan jadi harus didata ulang," tegasnya.

Anggota DPRD Pagaralam Tes Urine Dadakan Petugas BNN, Tujuh Anggota Dewan Tiba-tiba Izin

Tiket Pesawat Naik Kota Palembang Terancam Sepi, Pengamat Ekonomi: Pelancong akan Berpikir Ulang

Pemilik Ruko Kembali Protes Larangan Parkir Jln Jenderal Sudirman, Desak Bongkar Pedestrian Sudirman

Halaman
12
Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved