Cerita Manusia Patung Asal Tanggerang Saat di Palembang, Uang Show Dirampas dan Ketemu Ibu Baik Hati

Seperti yang ada di Kota Palembang saat ini, komunitas seni manusia patung sedang berada di Bumi Sriwijaya

Cerita Manusia Patung Asal Tanggerang Saat di Palembang, Uang Show Dirampas dan Ketemu Ibu Baik Hati
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Anggota komunitas Seni Manusia Patung yang sedang menghibur masyarakat di lampu merah simpang lima DPRD Provinsi Sumsel, Sabtu (12/1/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Manusia patung sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.

Badan dicat dengan warna metalik dan dipadu dengan aksesoris lainnya, menjadi daya tarik lebih bagi masyarakat untuk berfoto.

Seperti yang ada di Kota Palembang saat ini, komunitas seni manusia patung sedang berada di Bumi Sriwijaya.

Mereka melakukan aksi ditempat-tempat yang ramai dengan pengunjung, tetapi komunitas manusia patung ini hanya sementara singgah di kota Pempek.

BREAKING NEWS : Napi Lapas Merah Mata Palembang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sebelum Tertibkan Pedagang Pasar Nendagung Pagaralam, Walikota Alpian Maskoni Temui Pedagang

Tata Cara dan Panduan Manasik Haji dan Umrah Lengkap

Ketua Komunitas Seni Manusia Patung, Sutarno mengatakan, komunitas manusia patung ini hanya singgah dalam waktu beberapa bulan saja, karena masih ingin tour ke beberapa daerah di Pulau Sumatera.

“Kita dari Tanggerang terus ke Lampung dan ke Palembang, nantinya kita akan tour Pulau Sumatera,” jelasnya saat diwawancarai, Sabtu (12/1/2019).

Komunitas seni manusia patung terbentuk sekitar satu tahun yang lalu tepat nya di Kota Tanggerang, saat  ini beranggotakan lebih dari 10 orang.

Namun, ketika tour ke Palembang hanya membawa empat orang.

“Kita terbentuk satu tahun silam, anggota yang kita bawa berjumlah empat orang tetapi dua diantara kita sudah pulang karena tidak sanggup menjalani tour disini,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, untuk satu kali performa butuh waktu 15 hingga 30 menit mengecat seluruh tubuh. Dan juga untuk diam bisa hingga satu jam lebih.

Wakil Sumsel Optimis Rebut Tiket SEA Games Filipina 2019 dari Kejurnas Sambo 2019 di Ciloto Jabar

Pernah Gelapkan Tabung Gas Buat Jajan, Renaldo Nekat Gelapkan Motor Orang yang Baru Dikenal 3 Hari

Wanita Ini Mengaku Disiksa Suaminya di Bawah Jembatan Ampera Palembang dan Jadi Tontonan Warga

Terlebih lagi di Palembang animo masyarakat nya cukup tinggi mengajak berfoto.

Untuk latihan sendiri komunitasnya hanya otodidak, melihat gerakan-gerakan pantonim yang ada di media sosial ataupun televisi. 

“Di Palembang animo nya cukup tinggi dan juga saya baru tahu kalau ini pertama kali di Palembang, kita juga untuk show harus sembunyi-sembunyi” ucapnya.

“Tetapi pertama kali kami show di razia oleh instansi pemerintahan karena dianggap mengganggu kenyamanan dan uang hasil show dirampas. Untungnya bertemu ibu-ibu yang baik hati menyediakan kami tempat menginap dan makan secara gratis,” jelasnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved