Berita Palembang

Pembangunan Jembatan Musi VI Dihentikan 3 Bulan, Sisakan 15 Persen Pengerjaan Lagi

Mega proyek itu pun seakan dibiarkan terbengkalai dengan sejumlah bahan bangunan masih berada di lokasi proyek.

Pembangunan Jembatan Musi VI Dihentikan 3 Bulan, Sisakan 15 Persen Pengerjaan Lagi
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Para pengendara melintas di pembangunan Jembatan Musi VI yang distop sementara, Senin (7/1). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Spautra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasca penghentian sementara pembangunan Jembatan Musi VI Palembang, tak ada aktifitas mencolok terlihat pada pengerjaan di pangkal jembatan kawasan Jalan Sultan Mansyur Palembang, Senin (7/1).

Mega proyek itu pun seakan dibiarkan terbengkalai dengan sejumlah bahan bangunan masih berada di lokasi proyek.

Dari pantauan Sripoku.com, terlihat puluhan paku bumi dibiarkan tergeletak di bawah jalan pendekat yang belum selesai pengerjaannya dan tak ada seorang pun pekerja yang bertugas sehingga tampak terbengkalai.

Herman Deru Arahkan Saham Sriwijaya FC Agar Dimiliki Masyarakat

Sri Hartati Trauma dan Menangis, Jadi Korban Aksi Kawanan Jambret di Depan Pasar Cinde Palembang

Manajemen Sriwijaya FC: Jangan Jadikan Alasan Tidak Bayar Subsidi Rp 2,3 M. Bayar Langsung ke Pemain

Selain itu, lokasi proyek yang semula ditutup menggunakan pagar seng dari Jalan Sido Ing Lautan menuju Jalan Sultan Mansyur pun kini juga telah dibuka kembali.

Warga pun mempertanyakan kenapa pengerjaan mega proyek tersebut dihentikan, padahal pembangunan sebentar lagi selesai.

"Informasinya distop selama tiga bulan, lama juga kami harus menunggu. Padahal sudah tidak sabar menanti jembatan Musi VI selesai," ujar Emi warga yang rumahnya terkena pembebasan lahan.

BREAKING NEWS: Empat Pencuri Sarang Burung Walet Tewas Ditembak, Ada Pelaku Pakai Jimat Bulu Harimau

Cristiano Ronaldo Bakal Ukir Sebuah Catatan Bersejarah Jika Mampu Jadi Top Skorer Liga Itali

Pelindo II Kembangkan Pelabuhan Sungai Lais. Kucurkan Dana Rp 50 Miliar Targetkan 2020 Awal Selesai

Ia mengatakan, untuk di kawasan Tangga Buntung masyarakat di sana selalu kooperatif terhadap pembebasan lahan tak ada yang memperhambat.

Oleh karena itu, di bagian ilir tak ada lagi kendala terkait persil lahan berbeda dengan kawasan Seberang Ulu yang hingga saat ini masih bermasalah.

"Kalau mau dikatakan sedih pasti, dari nenek buyut dulu sudah tinggal di sini. Tapi untuk apa kami mau mencegah, apalagi ini untuk kepentingan umum. Penggantiannya juga sepadan," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved