Berita Palembang

Pelindo II Kembangkan Pelabuhan Sungai Lais. Kucurkan Dana Rp 50 Miliar Targetkan 2020 Awal Selesai

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) II Cabang Palembang bakal mengembangkan Pelabuhan Sungai Lais seluas 200 hektare (Ha).

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Siti Olisa
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Kantor Pelindo II di Palembang 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) II Cabang Palembang bakal mengembangkan Pelabuhan Sungai Lais seluas 200 hektare (Ha).

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas perdagangan di Sumatra Selatan.

Pengerjaan pengembangan pelabuhan Sungai Lais ini akan dilakukan secara bertahap mulai 2019, pertama difokuskan kepada infrastruktur serta zonasi atau pemetaan di Pelabuhan Sungai Lais yang akan menampung seluruh truk peti kemas.

"Alokasi anggarannya kisaran Rp50 miliar, konsepnya sudah ada tapi kita bangun secara bertahap, seperti infrastruktur dan melengkapi fasilitas sarana penunjang. Kita targetkan akhir tahun 2019 bisa selesai atau paling lambat, pertengahan awal 2020 mendatang," ungkap General Manager PT Pelindo II (Persero) Cabang Palembang, Agus Edi Santoso melalui Humas Pelindo II Cabang Palembang, Heru dikonfirmasi Sripoku.com, Senin (7/1/2019).

BERITA FOTO : Pekerja Proyek Jembatan Musi VI Palembang Libur, Lokasi Area Proyek Lengang

Jalan Sehat Nasional KAHMI yang Dihadiri Wapres RI Jusuf Kalla, Panitia Gandeng Sripo-Tribun Sumsel

Pakai Kaos Bertulisan Polisi Juru Parkir di Palembang Ini Memalak Para Sopir. Alasan Jatah Anggota

Menurutnya, Investasi itu untuk membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur seperti jetty, depo dan gudang hingga perbaikan akses jalan menuju Pelabuhan serta fakus pemetaan atau zonasi didalam pelabuhan Sungai Lais.

Dimana, Pelabuhan Sungai Lais merupakan masa depan dari pintu perdagangan di Sumsel karena memiliki potensi yang kuat untuk dikembangkan.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi Sumsel diproyeksi mencapai 6 persen pada tahun depan atau lebih tinggi dibanding daerah lain, bahkan pertumbuhan ekonomi di Sumsel lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional.

Budidaya Berhasil, Pemkab OKU Bagi-Bagi 500 Bibit Durian Unggul. Ini Kelebihan Durian Lokal Ini

Perawatan Wajah Datang Saja ke Hi Skin Beauty Center Palembang, Berikut Tarif dan Bisa Gunakan TFC

Hadiri Bazar DPW Kementerian Agama, HD Ingatkan Soal Tanggung Jawab Seorang Ibu Madrasah Pertama

"Untuk kedalaman di Pelabuhan Sungai Lais saat ini hanya 3 meter, kapal bisa bersandar menggunakan jetty itu beratnya sekarang hanya bisa 300 Ton. Kemudian, apabila sudah dibuat lebih dalam, tongkang bisa memuat peti kemas hingga berat 5.000-7.000 Ton yabg bisa bersandar di pelabuhan," jelas dia.

Adapun pengguna Pelabuhan Sungai Lais kebanyakan untuk komoditas curah cair, yakni PT Dinar Jaya Energy dan PT Petro Arta Indo untuk pengisian high speed diesel (HSD), serta PT Trimitra Palm Niaga untuk tangki minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Selain itu, dia menambahkan, perseroan juga melayani aktivitas bongkar muat antar pulau terpencil kapal kapasitas kecil yang dinamakan Kapal Layar Motor (Pelra) atau pelayanan rakyat di Pelabuhan Sungai Lais.

Cristiano Ronaldo Beberkan Masa Depannya Usai Kontraknya Dengan Juventus Selesai

ACTA Laporkan Ketum PSI ke Bareskrim

Tika CS Akui Pembunuhan Pertama Sempat Gagal. Begini Kronologi Pembunuhan Ibu & Anak di Pagaralam

"Komoditas yang bongkar antarpulau di Sungai Lais, seperti semen, pupuk, tepung terigu dan general kargo dan fokus juga seluruhnya pada curah cair," katanya.

Nantinya, kata Haru, Pelabuhan Sungai Lais dirancang dapat melayani berbagai jenis komoditas, termasuk karet yang merupakan andalan Sumsel dengan adanya pembangunan depo di kawasan pelabuhan.

Perseroan mencatat terdapat lima komoditas andalan Sumsel yang selama ini diekspor melalui Pelabuhan Boom Baru.

"Karet masih menempati posisi terbatas dengan ekspor mencapai 898.563 ton sampai dengan November 2018," katanya.

Budidaya Berhasil, Pemkab OKU Bagi-Bagi 500 Bibit Durian Unggul. Ini Kelebihan Durian Lokal Ini

Pesan Cewek Via BeeTalk untuk Diajak Kencan, Pria Justru Tertipu dan Ceweknya pun tak Kunjung Datang

Pakai Kaos Bertulisan Polisi Juru Parkir di Palembang Ini Memalak Para Sopir. Alasan Jatah Anggota

Sementara untuk komoditas curah cair, yakni CPO tercatat mencapai 122.709 ton, inti sawit tercatat 93.135 ton, produk kayu sebanyak 61.926 ton dan kelapa sebanyak 125.506 ton.

Sementara, untuk Pelabuhan Boom Baru yang selama ini menjadi satu-satunya pelabuhan bongkar muat peti kemas maupun nonpeti kemas, dinilai sulit untuk dikembangkan karena terkendala lahan yang terbatas.

"Kalau Boom Baru memang masih menjadi pelabuhan utama di Palembang namun untuk pengembangan terbatas di lahan hanya 25 hektare, sementara Sungai Lais masih memiliki lahan yang luas, dan perseroan juga perlu memperpanjang dermaga," katanya

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved