Berita Palembang

Pengunjung Alquran Akbar di Kecamatan Gandus Palembang Dilarang Keras Lakukan Dua Hal Ini

Sehari 4 Ribu Orang Kunjungi Bayt Alquran Al-akbar atau Alquran Akbar di Kecamatan Gandus Palembang

Pengunjung Alquran Akbar di Kecamatan Gandus Palembang Dilarang Keras Lakukan Dua Hal Ini
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Bayt Alquran Al-akbar berlokasi di Kecamatan Gandus Kota Palembang ramai dikunjungi warga di musi libur panjang Tahun baru, Jumat (4/1/2019). 

Bayt Al-quran Al-akbar baru saja menyabet Juara 1 Wisata Halal Terpopuler Anugerah Pesona Indonesia Tahun 2018.

Alquran Raksasa di Kecamatan Gandus, Palembang, Sumsel.
Alquran Akbar atau Alquran Raksasa di Kecamatan Gandus, Palembang, Sumsel. (SRIPOKU.COM/IGUN BAGUS SAPUTRA)

Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah pengunjung.

Para pengunjung bebas mengabadikan momen terbaiknya di dalam Alquran Al-akbar, baik di depan maupun di antara mushaf-mushaf kayu.

Pengunjung juga bisa meminta nama mereka dibuatkan tulisan kaligrafi dengan membayar donasi Rp 20.000 sebagai buah tangan.

Namun demikian, kata Idris, pengunjung dilarang keras berfoto dengan memperagakan gaya yang tidak sopan dan tidak diperkenankan mengambil gambar preweding di lingkungan tersebut.

Pengunjung Al Quran Raksasa
Pengunjung Alquran Akbar atau Alquran Raksasa di Kecamatan Gandus Palembang. (SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA)

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Guru dan Siswa SMPN 10 Palembang Baca Alquran di Halaman Sekolah

Alquran Akbar dan Kampung Al Munawar Palembang Jadi Wisata Terpopuler API 2018

5 Keajaiban Dunia Alam yang Tercantum dalam Al-Quran, Bahkan Sungai di Bawah Laut Juga Ada!

Selain itu, pengunjung wajib menjaga kebersihan selama berkunjung.

"Wisatawan ke sini bukan hanya mendapatkan spot foto yang unik, di sisi lain mereka juga secara otomatis akan membaca ayat-ayat Alquran. Dan itu menjadi amal jariyah bagi mereka. 1 ayat dibaca maka 1 kebaikan didapat. Memang latar belakang didirikanya Al-quran Al-akbar oleh Ustadz Sofwatillah Mohzaib ini semata-mata untuk ibadah serta dakwah. Maka pengelola betul-betul menjaga kesucian tempat ini," ujar Idris.

Idris mengatakan, meskipun masa liburan, pengelola tetap menerapkan infaq tiket masuk normal yakni Rp 10.000, termasuk pengunjung dari mancanegara.

Sedangkan pada hari biasa pengunjung kategori siswa dikenakan infaq Rp 5.000 dengan menunjukan kartu kunjungan dari sekolah.

Selain berfoto, para pengunjung juga bisa membeli berbagai souvenir unik bertemakan Al-quran Al-akbar dan kerajinan tangan khas Kota Palembang sebagai oleh-oleh yang menandakan mereka telah berkunjung ke salah satu destinasi paling terkenal di Indonesia.

"Untuk liburan ini kami tetap memberlakukan jam operasional seperti biasa yakni pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB, kalau weekend agak diperpanjang waktunya," jelasnya.

===

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved