Berita Muaraenim

Buron Selama 8 Bulan, Pria Pelaku Penusukan Ini Berhasil Dibekuk Petugas

Setelah sempat menjadi boronan polisi, akhirnya pelaku penusukan Hendra (32) warga Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Dangku

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Siti Olisa
Ilustrasi Penusukan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Setelah sempat menjadi boronan polisi, akhirnya pelaku penusukan Hendra (32) warga Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, berhasil ditangkap di Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, Kamis (3/1/2019).

Pelaku ditangkap, sebelumnya atas laporan Nasroni Asta Sakera (52) warga Desa Sumaja Makmur, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, karena telah melakukan penusukan terhadap Diamosnyah alias Amoy (30) warga Desa Sumaja Makmur, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2018 sekitar pukul 7.30 di jalan Desa Sumaja Makmur, ketika korban Diamonsyah alias Amoy, hendak mengantar anaknya pergi ke sekolah, namun pada saat diperjalanan korban dicegat oleh pelaku.

Setelah korban berhenti pelaku tanpa basa-basi langsung menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam secara membabi buta sehingga korban menderita lima tusukan yang mengenai dada, perut, pinggul dan tangan kanan, sehingga korban harus dirawat di RSUD Rabain Muaraenim.

Atas kejadian tersebut, salah seorang keluarga korban bernama Nasroni melaporkannya ke Polsek Gunung Megang.

Atas laporan tersebut, petugas Polsek Rambang Dangku langsung melakukan penyelidikan dan pencarian, namun pelaku berhasil menghindar.

Dan ketika petugas mendapat informasi pelaku sedang berada dirumahnya, petugas langsung melakukan penangkapan di Desa Aur Duri, dan pelaku dibawa dan diamankan ke Polsek Gunung Megang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono melalui Humas Polres Muaraenim, saat ini, tersangka sudah diamankan bersama barang bukti satu helai pakaian korban yang terdapat robek dan bercak darah korban, dan satu helai pakaian dalam korban.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan Berat.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved