Polda Sumsel Catat 22 Korban Tewas Laka Air, Keamanan Transportasi di Sungai Musi Memperihatinkan

Kasus kecelakaan (laka) air atau laut yang terjadi di perairan Sungai Musi Sumatera Selatan pada tahun 2018, meningkat drastis dari tahun 2017

Polda Sumsel Catat 22 Korban Tewas Laka Air, Keamanan Transportasi di Sungai Musi Memperihatinkan
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Aktifitas transportasi laut di perairan Sungai Musi Palembang di bawah Jembatan Ampera Palembang, Selasa (1/1/2019) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus kecelakaan (laka) air atau laut yang terjadi di perairan Sungai Musi Sumatera Selatan pada tahun 2018, meningkat drastis dibandingkan tahun 2017 dengan presentase mencapai 133,33 persen.

Pada tahun 2018 tercatat ada 7 kasus dan 6 diselesaikan yang menyebabkan 22 orang meninggal dunia, 5 luka berat dan 3 luka ringan.

Sedangkan Tahun 2017 tercatat ada 3 kasus dengan korban 6 meninggal dunia dan 25 orang mengalami luka berat.

Dalm rilisnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain menuturkan neminimalisir kejadian laka air pada tahun 2019, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk memperhatikan keamanan serta kenyamanan transportasi laut.

BREAKING NEWS : 15 Korban Ditemukan, Pencarian Korban Longsor Cisolok Sukabumi Dihentikan Sementara

Kapolresta Lahat Klaim Angka Kriminlitas di Lahat Menurun, Namun Kasus Satu Ini Meningkat Drastis

Sebanyak 41 Personil Polres Lahat Naik Pangkat, Berikut Nama-namanya Berdasarkan Skep Kapolda Sumsel

"Kemanan di laut dinilai sudah sangat memprihatinkan, nanti akan di cek Sefty serta kelayakan transportasi air untuk berlayar di perairan Sungai Musi," ungkap Jenderal bintang dua ini di Mapolda Sumsel.

Selain itu, pihaknya juga bakal menambah beberapa Pos Air guna memantau aktivitas di perairan, mengingat di Sumsel khusunya di Kota Palembang masyarakat dominan masih menggunakan transportasi Sungai Musi.

"Nanti bakal menambah Pos misalnya di bawah Jembatan Ampera dan wilayah perairan Sungsang," jelas dia.

Beberapa kecelakan si perairan Sungai Musi hingga mengakibatkan korban jiwa salah satunya pada bulan Februari, Selasa (20/2/2018).

Lago Bertahan Hidup 9 Hari di Batang Pohon, Berikut Video TNI AL Selamatkan Nelayan Korban Tsunami

Datangi Korban Bencana Tsunami di Lampung, PT Pusri Palembang Salurkan Bantuan Sesuai Kebutuhan

BERITA FOTO : Suasana Awal Tahun 2019 di Pasar 10 Ulu Palembang

Berdasarkan laporan dari Kantor Basarnas Palembang, telah terjadi kecelakaan di perairan Sungai Musi, yakni Kapal Kahyong Utara milik PT. ALP dari Tanjung Kalian menuju Pelabuhan Tanjung Api - Api yang karam dan tengggelam.

Diketahui kapal yang berisikan 31 orang, 30 orang selamat dan 1 orang ABK dinyatakan hilang.

Selain itu, selang 3 bukan kemudian sebuah speedboat asal Jalur 14 dengan nama lambung Rahendi Putra mengalami kecelakaan di perairan Sungai Musi atau tepatnya depan Dermaga Bekangdam, Rabu (30/5/2018).

Menurut informasi yang dihimpun kejadian, bermula ketika speedboat tersebut hendak menepi di Dermaga Bekangdam.

Namun dari arah berlawanan melaju sebuah speedboat lain dengan kencang.

Dari jumlah penumpang total berjumlah 25 orang, 4 diantaranya ditemukan meninggal dunia.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved