Peredaran Narkoba di Sumsel Meningkat Drastis, Acara Orgen Tunggal Jadi Sorotan Petugas Polda Sumsel

Peredaran Narkoba tahun 2018 di wilayah Sumsel, meningkat secara signifikan sebanyak 2 Kali lipat dari tahun sebelumnya

Peredaran Narkoba di Sumsel Meningkat Drastis, Acara Orgen Tunggal Jadi Sorotan Petugas Polda Sumsel
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman didampingi Wadir AKBP Amazona yang menunjukan narkoba sabu-sabu 3 kg ketika rilis beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Peredaran Narkoba tahun 2018 di wilayah Sumsel, meningkat secara signifikan sebanyak 2 Kali lipat dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut didapat dari hasil tangkapan dan upaya mengagalkan penyelundupan narkoba ke wilayah Sumsel.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman mengatakan,  secara keseluruhan Narkotika di wilayah sumsel mengalami kenaikan.

Pengguna narkoba juga saat ini sudah beralih yakni tidak hanya tempat hiburan malam, melainkan ditempat hajatan seperti orgen tunggal.

"Ganja naik 2 kali lipat, sabu juga naik 2 kali lipat begitu juga dengan ekstasi. Memang di sumsel penggunaan narkoba ini sudah beralih. Tidak hanya di tempat hiburan, tapi sudah sampai ke jejaring acara. Namun yang perlu saya imbau adalah ditempat lainnya, contoh di tempat acara kemasyarakatan seperti orgen tunggal. Ini perlu diantisipasi untuk kedepan," ujarnya, Selasa (1/1/2019).

Buku Bekas di Samping Agung Palembang Masih Banyak Diminati, Berikut Jenis-jenis Buku yang Tersedia

Sampah Perayaan Malam Tahun Baru di Palembang Capai 15 Ton, Pelataran BKB Paling Banyak Sampah

Ribuan Warga Lahat Serbu Lokasi Wisata, Kasat Lantas AKP Rio Turun ke Jalan Atur Arus Kendaraan

Mengenai hal itu, Farman pun menegaskan bahwa kedepan akan ada target untuk melakukan pengawasan pada acara yang berpotensi jadi sarang peredaran narkoba, seperti orgen tunggal sampai jam 10 malam.

Diketahui, Narkotika Jenis ganja yang gagalkan beredar tahun 2018 yakni 1.170.723.144 Gram dan tembakau gorila berat 109,85 gram. Sedangkan tahun 2017, 402. 258. 511 gram.

Kemudian Narkotika jenis sabu yang di gagalkan beredar tahun 2018 yakni 107. 830. 111 Gram, sedangkan tahun 2017 yakni 55. 056. 825 Gram. Sementara untuk ekstasi yang di gagalkan beredar tahun 2018, yakni 52. 815 butir ekstasi, sedangkan tahun 2017, 41.036 1/2, dan 445 butir Happy five.

Lanjut Farman tangkapan Ditnarkoba Sumsel selama 2018 itu, berhasil menyelamatkan hampir 600 ribu jiwa.

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Wakapolda Brigjen Benni Gapril serta Pejabat Utama Mapolda Sumsel mengatakan, peredaran Narkotika di wilayah Sumsel yang digagalkan mengalami peningkatan. Bahkan untuk para bandar, diambil tindakan tegas.

Polda Sumsel Catat 22 Korban Tewas Laka Air, Keamanan Transportasi di Sungai Musi Memperihatinkan

Kapolresta Lahat Klaim Angka Kriminlitas di Lahat Menurun, Namun Kasus Satu Ini Meningkat Drastis

Lago Bertahan Hidup 9 Hari di Batang Pohon, Berikut Video TNI AL Selamatkan Nelayan Korban Tsunami

"Tahun 2018 kita sikat 6 bandar narkoba. Dua bandar orang Sumsel, sisanya dari luar. Ganja di dapat 1 ton lebih. Bahkan ada 4 hektar ladang ganja yang berhasil kita ungkap, dan berbagai jenis narkoba lainnya. Kita tidak main-main untuk narkoba, kita sikat," ujarnya.

Zulkarnain pun meminta pihak kepolisian untuk tetap gencar membabat habis peredaran narkoba pada 2019. Menurutnya kinerja seorang Polisi diibaratkan sebagai sapu. Dimana tugasnya adalah untuk memberantas kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah pelaku.

"Narkoba meningkat, jika kasat narkoba melempem atau tidak ada tangkapan saya ganti, mungkin ada yang lebih baik, jadi untuk tahun ini meningkat," tegas Kapolda.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved