Mengenang Jasa Pahlawan Perang 5 Hari 5 Malam di Palembang, Berikut Sepenggal Sejarah Ceritanya

Tepat 72 tahun lalu, atau tepatnya 1-5 Januari 1947 telah terjadi peristiwa besar di Palembang yakni Perang 5 hari 5 Malam (PLHLM) di Palembang

SRIPOKU.COM/YULIANI
Para mahasiwa dan ahli sejarah maupun budayawan saat foto bersama usai menggelar doa bersama kepada para pahlawan yang terlibat dalam PLHLM di Monpera Palembang, Selasa (1/1/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tepat 72 tahun lalu, atau tepatnya 1-5 Januari 1947 telah terjadi peristiwa besar di Palembang yakni Perang 5 hari 5 Malam (PLHLM) di Palembang.

Maka itulah beberapa unsur pencinta sejarah termasuk mahasiswa dari berbagai kampus kumpul di Monpera Palembang guna menggelar kegiatan sederhana dalam bentuk Doa bersama, khususnya kepada para pahlawan yang terlibat dalam PLHLM, Selasa (1/1/2019).

Dosen UIN RF sekaligus sejarahwan, Kemas Ari Panji mengatakan doa atau napak tilas ini digelar mengingat peristiwa tersebut sangat penting dalam memerjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Apalagi banyak korban tenaga, harta, dan bahkan ribuan nyawa yang melayang.

"Menurut catatan PMI ketika itu, sekitar 2000-3500 orang pihak Indonesia menjadi korban dari serangan berutal pasukan Belanda. Namun, sepertinya banyak yang lupa. Padahal, bangsa yang besar, seperti kata Bung Karno adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya," ujarnya di sela acara.

Dipilihnya Monpera Sumbagsel sebagai tempat kegiatan karena bangunan ini sebagai penanda peristiwa dimulainya tragedi kelam tersebut.

Perang diawali pada hari Rabu, tanggal 1 Januari 1947, sekitar pukul 05.30 pagi.

PT JSC Palembang Terapkan Parkir Elektronik Bagi Pengunjung, Berikut Tarif Sesuai Jenis Kendaraan

BREAKING NEWS : Pemain Sriwijaya FC Ini Pamit Melalui Akun Instagram dan Hengkang ke Madura United

Sampah Perayaan Malam Tahun Baru di Palembang Capai 15 Ton, Pelataran BKB Paling Banyak Sampah

Ia menceritakan, ketika itu sebuah kendaraan Jeep yang berisi pasukan Belanda mabuk karena pesta malam tahun baru, keluar dari Benteng dengan kecepatan tinggi.

"Mereka melampaui daerah garis demarkasi yang sudah disepakati. Kendaraan Jeep itu melintasi Jalan Tengkuruk membelok dari Jalan Kepandean (sekarang Jalan TP. Rustam Efendi) lalu menuju Sayangan.

Halaman
12
Penulis: Yuliani
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved