Berita Ogan Ilir

BNNK Ogan Ilir Rehabilitasi 26 Pengguna Narkoba, Berikut Rincian Lokasi Rehabnya

Sepanjang tahun 2018, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir (OI) telah melakukan rehabilitasi terhadap 26 orang pengguna narkoba

BNNK Ogan Ilir Rehabilitasi 26 Pengguna Narkoba, Berikut Rincian Lokasi Rehabnya
Shutterstock
Ilustrasi pecandu narkoba. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Sepanjang tahun 2018, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir (OI) telah melakukan rehabilitasi terhadap 26 orang pengguna narkoba di Kabupaten OI dengan perincian sebanyak 6 orang dilakukan rehabilitasi rawat inap di balai besar rehabilitasi Lido Bogor, 12 orang di loka rehabilitasi kalianda serta 8 orang di Dwin Foundation.

Dari total jumlah tersebut, rata-rata merupakan pengguna usia produktif atau remaja, pelajar, pekerja swasta, kepala desa serta satu orang merupakan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di ligkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten OI.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNK Ogan Ilir AKBP Irfan Arsanto SSos melalui Kasubbag Umum Zainal Arifin, Kamis (27/12/2018) saat menggelar perkara di kantor BNNK Ogan Ilir Kelurahan Timbangan Indralaya.

Ia mengatakan, angka tersebut cenderung menurun bila dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Maka dari itu, kedepan pihaknya akan terus menekan angka pengguna narkoba guna bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.

Jembatan Ampera Ditutup 4 Jam Saat Malam Tahun Baru. Anda Bisa Parkir di 8 Kantong Parkir Ini

Vlog Berburu Suara Dentuman Misterius di Sumsel , Ini Kesaksian Warga Jakabaring Palembang

Pengguna LRT saat Libur Capai Puluhan Ribu. Waktunya Sosialisasikan LRT ke Generasi Millenial

"Dari jumlah tersebut, mayoritasnya merupakan laki-laki yang usianya masih produktif dibawah 20 - 25 tahun," ujarnya.

Ia mengatakan, diduga minimnya fungsi pengawasan menjadi pemicu pelajar maupun pengguna yang terjerat narkoba.

Pasien rehabilitasi kata Zainal Arifin, didominasi penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan psikotropika. Kepala BNNK Ogan Ilir melalui Kasubbag Umum Zainal Arifin menambahkan, sepanjang 2018 BNNK Ogan Ilir sudah mengamankan 4 orang tersangka dengan barang bukti sabu seberat 0.218 gram, dan ganja seberat 9.488 gram.

"Penyebaran narkoba tidak mengenal usia, sehingga pihaknya akan menekan penyalahgunaan narkoba," katanya.

Untuk menekan penyalahgunaan narkoba BNNK Ogan Ilir telah melakukan berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi, penyebaran informasi, edukasi kepada lembaga pemerintah, pendidikan, hingga swasta.

Ia mengatakan, untuk kegiatan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

"Tes urine sebagai deteksi penyalahgunaan narkoba sudah dilaksanakan terhadap ratusan orang mulai dari pegawai swasta, ASN dan pelajar," kata Zainal.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved