Berita Palembang

Syarat dan Biaya Pasang Gas Alam ke Rumah Tangga, SP2J Palembang: Bisa Dicicil 3 Kali Angsuran

Direktur Operasional PT SP2J Palembang, Antoni Rais mengatakan kepada Sripoku.com, hingga 2018 pemasangan gas alam

Penulis: pairat | Editor: Siti Olisa
SRIPOKU.COM/ZAINI
Saluran gas alam PGN menghiasi dinding rumah warga di Jalan Muhajirin V RT 27 RW 08 Kelurahan Lorok Pakjo Palembang, Selasa (28//11/2017). Menurut Cekmat, warga di kawasna itu sudah terbiasa memakai gas alam dan sudah beberapa tahun lalu dikarenakan selain hemat, bersih juga ramah lingkungan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Pairat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Saat ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT SP2J Kota Palembang telah melakukan pemasangan Jaringan Gas (Jargas) atau gas alam di beberapa kawasan Kota Palembang.

Direktur Operasional PT SP2J Palembang, Antoni Rais mengatakan kepada Sripoku.com, hingga 2018 pemasangan gas alam di Kota Palembang sudah ada 6.535 pelanggan, baik pemakaian rumah tangga maupun komersil (usaha).

Kedepan, Dia menyebut sebanyak 21 miliar anggaran yang telah disiapkan untuk pemasangan jaringan gas di tahun 2019 nantinya yang akan menyasar pemasangan gas alam di Kota Palembang, terutama 3 kecamatan di Kota Palembang yakni Gandus, Ilir Barat 1 dan Kemuning.

Bawaslu Sumsel Kebagian 84 Unit Mobil Operasional

Elvarina Warga Asal Palembang Jadi Korban Tsunami Banten, Korban Merupakan Istri Pegawai PLN

Suara Dentuman Keras dan Kilatan Gunung Anak Krakatau Terjadi Sepanjang Hari Ribuan Warga Dievakuasi

Masih dikatakan Rais, bagi warga yang ingin melakukan pemasangan gas alam ke rumah tangga maupun tempat usaha ada beberapa syarat dan biaya yang harus dipenuhi warga.

"Syarat utamanya bagi warga yang ingin melakukan pemasangan gas alam adalah pastikan terlebih dahulu apakah kawasan sekitar sudah dilewati jargas belum, kalo iya bisa mengajukan, tapi kalo belum belum bisa kita proses" Ungkap Rais.

Langkah selanjutnya adalah mendatangi salah satu marketing kantor area SP2J yang berada di Jalan Demang Lebar Daun Palembang agar bisa mengisi formulir yang harus diisi calon pelanggan.

Belum Sebulan Keluar Penjara, Pria di Palembang Ini Kembali Ditangkap Karena Jadi Pembegal

Kisah Wanita yang 5 Kali Keguguran, Masih Setia Meski Suami Pernah Injak Perutnya Hingga Pendarahan

Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi Sebut Dentuman Misterius Diduga Erupsi. Ini Alasannya

Setelah mengisi formulir, petugas PGN nantinya akan memprosesnya lalu melakukan survei dan akan menghitung berapa kira-kira panjang instalasi pipa yang terkoneksi dengan jargas.

Untuk biaya pemasangan pipa langsung ke dapur, tergantung dari panjangnya pipa yang dibutuhkan. Namun, jika daerah tertentu yang merupakan wilayah penugasan pemasangan jargas oleh pemerintah biayanya gratis.

"Itu nanti dijelaskan oleh bagian marketing lebih detail" ungkap Rais.

Namun untuk biaya pemasangan pertama, pelanggan dikenakan tarif sebesar Rp 3,5 juta per satu titik rumah maupun tempat usaha.

Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi Sebut Dentuman Misterius Diduga Erupsi. Ini Alasannya

Libur Akhir Tahun, Arus Kendaraan di Jalan Lintas Timur Palembang-Betung Banyuasin Masih Lancar

Libur Akhir Tahun, Arus Kendaraan di Jalan Lintas Timur Palembang-Betung Banyuasin Masih Lancar

"Kita kenakan Rp 3,5 juta itu per satu titik ke rumah tangga, jadi kalo misal di rumahnya ada lebih dari 1 dapur maka tarifnya juga dihitung dobel" Beber Rais.

Untuk memberi keringanan kepada pelanggan, pembayaran tarif Rp 3,5 juta tersebut bisa dilakukan dengan dicicil selama 3 kali angsuran dalam waktu 3 bulan.

Sedangkan untuk penghitungan pemakaian gas alam saat ini adalah sebesar Rp 2.600 per 10 kubik.

Kedepan pihak SP2J Kota Palembang akan memberlakukan sistem prabayar seperti penggunaan token yang telah diterapkan PLN.

"Rencana kedepan kita akan terapkan sistem prabayar yang akan bekerjasama dengan supermarket, nantinya pelanggan bisa mengatur sendiri pemakain gas dengan membeli 'token' ke indomaret atau alfamart dan dalam waktu dekat kita terapkan di kawasan Plaju" Tutup Rais.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved